CURUP — Kepala Disdikbud Rejang Lebong Zakaria Efendi menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap siswa di lingkungan sekolah. "Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah baik SD maupun SMP di Rejang Lebong agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan para siswanya di setiap sekolah, sehingga tidak terlibat dalam geng motor," kata Zakaria di Rejang Lebong, Sabtu.
Kemunculan kelompok remaja yang melakukan aksi kebut-kebutan dan mengganggu ketentraman masyarakat di wilayah Kota Curup belakangan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Aktivitas geng motor tersebut dinilai meresahkan dan perlu dicegah agar tidak meluas ke kalangan pelajar.
Upaya pencegahan yang dilakukan Disdikbud meliputi pembinaan rutin serta penyediaan berbagai kegiatan positif di sekolah agar anak-anak memiliki kesibukan. Selain itu, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) di setiap sekolah diminta aktif memantau dan mengoordinasikan perkembangan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
"Jadi kewenangan para guru dan kepala sekolah ini hanya berlaku saat siswa berada di sekolah. Kalau mereka masih di lingkungan sekolah maka menjadi tanggung jawab sekolah. Jika mereka sudah pulang ke rumah maka itu tanggung jawab para orang tua guna mengawasi anak-anak," tegas Zakaria.
Di sisi lain, Polres Rejang Lebong juga bergerak cepat dengan membentuk tim khusus penanganan geng motor atau gangster. Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP M Hasan Basri menyatakan pembentukan tim ini merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sejauh ini, beberapa kelompok geng motor di wilayah Kota Curup yang berjumlah puluhan orang sudah diamankan. Namun karena para pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar atau putus sekolah, mereka hanya diberikan pembinaan. Para orang tua juga diminta membuat surat perjanjian agar anak-anak mereka tidak mengulangi perbuatannya.