Pendapatan Negara dari Sektor Kepabeanan Bengkulu Capai Rp1,75 Miliar hingga Mei 2026, Barang di Pelabuhan Pulau Baai Jadi Penopang

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 20:43:31 WIB
Pendapatan kepabeanan Bengkulu mencapai Rp1,75 miliar hingga Mei 2026, didukung oleh aktivitas di Pelabuhan Pulau Baai.

KOTA BENGKULU — Realisasi pendapatan negara dari sektor kepabeanan di Bengkulu masih jauh dari target. Dari target Rp58,92 miliar sepanjang 2026, baru terkumpul Rp1,75 miliar hingga akhir Mei. Meski begitu, beberapa pos penerimaan justru menunjukkan performa di luar dugaan.

Bea Keluar dan Cukai Dominasi Penerimaan

Dari total Rp1,75 miliar yang masuk, sektor bea keluar menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1,09 miliar. Angka ini melampaui target awal yang hanya Rp85,91 miliar? Tidak. Justru realisasi bea keluar masih jauh dari target tersebut. Namun, kontribusinya tetap paling signifikan dibanding sektor lain.

Sektor cukai mencatatkan pos menarik. Penerimaan dari denda administrasi cukai mencapai Rp654,23 juta, padahal targetnya nol rupiah. Ini artinya, ada pelanggaran administratif yang berujung pada pemasukan negara. Sementara itu, dana sawit menyumbang Rp409,49 juta.

Adapun bea masuk hanya tercatat Rp954 ribu dari target Rp6,22 juta. Kontribusinya paling kecil dalam struktur penerimaan kepabeanan Bengkulu.

Pelabuhan Pulau Baai Jadi Kunci Kelancaran Arus Barang

Nazwar menjelaskan, realisasi pendapatan ini tidak lepas dari peran Pelabuhan Pulau Baai. Kelancaran bongkar muat di pelabuhan utama Bengkulu itu ikut membantu penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai. "Untuk persentase realisasi penerimaan dari target penerimaan kepabeanan di Provinsi Bengkulu adalah 2,04 persen dari total target yang mencapai Rp58,92 miliar," kata Nazwar di Kota Bengkulu, Selasa.

Pendapatan Negara Bengkulu Secara Keseluruhan Capai Rp409,5 Miliar

Di luar sektor kepabeanan, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan mencatat pendapatan negara Bengkulu hingga pertengahan Maret 2026 mencapai Rp409,50 miliar. Angka ini masih jauh dari target Rp3,33 triliun. Sektor industri pengolahan, khususnya komoditas sawit, menjadi motor utama pertumbuhan.

Rinciannya, penerimaan pajak menyumbang Rp286,28 miliar, sektor kepabeanan dan cukai Rp1,36 miliar, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp121,86 miliar. Irfan dari Kemenkeu mengimbau semua pihak membantu realisasi pendapatan negara demi mendorong ekonomi regional dan UMKM berorientasi ekspor.

Reporter: Sutomo
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top