Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Teken Pembiayaan Rp 1,4 Triliun, Siap Garap Layanan Digital Syariah

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 14:28:31 WIB
Direksi Pegadaian dan Bank Syariah Nasional menandatangani perjanjian pembiayaan Rp 1,4 triliun.

BENGKULU — Fasilitas pembiayaan senilai Rp 1,4 triliun yang digelontorkan BSN kepada Pegadaian bukan sekadar suntikan likuiditas biasa. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan kepercayaan institusi finansial terhadap fundamental bisnis Pegadaian yang terus tumbuh solid.

"Kerja sama ini akan menjadi motor penggerak baru bagi kami untuk memperluas jangkauan pembiayaan modal kerja yang inklusif, sekaligus mempercepat transformasi digital," ujar Ferdian dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kemarin.

Dengan dana segar ini, Pegadaian berencana mengakselerasi pengembangan layanan berbasis teknologi. Targetnya, nasabah bisa mengakses produk gadai dan pembiayaan syariah secara lebih mudah tanpa harus terbatas oleh kantor cabang fisik.

Akad Musyarakah dan Komitmen Integrasi Layanan

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, memastikan bahwa seluruh pembiayaan modal kerja ini menggunakan akad musyarakah — skema kerja sama bagi hasil yang sesuai prinsip syariah. Menurut Alex, langkah ini merupakan bagian dari upaya BSN memperkuat perannya di industri keuangan syariah nasional.

Tidak berhenti di aspek pembiayaan, kedua belah pihak juga berkomitmen mengintegrasikan layanan secara digital. Integrasi ini dirancang untuk merespons kebutuhan nasabah yang menginginkan transaksi cepat dan tanpa batas di era modern. Nantinya, nasabah Pegadaian dan BSN bisa menikmati layanan keuangan yang saling terhubung dalam satu ekosistem digital syariah.

Prosesi penandatanganan perjanjian dihadiri langsung oleh jajaran direksi kedua perusahaan, termasuk Ferdian Timur Satyagraha dan Alex Sofjan Noor, beserta staf terkait.

Kolaborasi antara BUMN pegadaian dan bank syariah ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Dengan likuiditas yang terjaga dan layanan digital yang kian terintegrasi, jangkauan pembiayaan kepada masyarakat pun diprediksi akan semakin meluas.

Reporter: Sutomo
Back to top