BENGKULU — Sebanyak 33 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 resmi terdaftar di TVRI Bengkulu dan tersebar di sembilan kabupaten serta satu kota di Provinsi Bengkulu. Ketua Tim Perencana dan Pengendali Pengembangan Usaha sekaligus Ketua Panitia Kick Off Bola Gembira TVRI Bengkulu Jusarman mengatakan angka itu masih bersifat sementara dan akan terus bertambah.
"Untuk data sementara, terdaftar nobar di TVRI itu sudah 33 titik. Itu tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota seperti Kabupaten Kaur, Mukomuko, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang dan Seluma," kata Jusarman di Bengkulu, Jumat.
Jusarman menjelaskan, pendaftaran tempat nobar terus meningkat seiring minat berbagai instansi dan masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan menonton bersama. Beberapa pemerintah daerah bahkan telah menyampaikan niat untuk menggelar nobar dalam skala besar di wilayah masing-masing.
"Salah satunya Kabupaten Kaur yang berencana mengombinasikan kegiatan nobar dengan berbagai agenda hiburan dan kegiatan masyarakat," ujar dia.
TVRI memberikan lisensi nobar untuk seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026. Penyelenggara dapat menentukan sendiri pertandingan yang akan ditayangkan, mulai dari babak penyisihan hingga partai final.
Lisensi tersebut berlaku untuk kegiatan komersial maupun non-komersial dengan sejumlah ketentuan. Untuk kegiatan non-komersial, penyelenggara tidak diperkenankan menghadirkan sponsor atau melakukan promosi produk selama pelaksanaan nobar berlangsung.
TVRI Bengkulu membuka peluang penambahan tempat nobar setelah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Bengkulu terkait program Bola Gembira Piala Dunia 2026. Saat ini masih banyak pengajuan pendaftaran yang sedang diverifikasi, baik dari polres, polsek, maupun masyarakat.
"Kami mendapat kabar baik karena sudah ada kerja sama dengan Polri dan TNI. Pagi tadi kami juga berkoordinasi dengan Polda Bengkulu dan saat ini masih banyak pengajuan pendaftaran nobar yang sedang diverifikasi," kata Jusarman.
Ia optimistis jumlah tempat nobar di Bengkulu akan terus bertambah sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati siaran Piala Dunia 2026 secara bersama-sama melalui kegiatan yang telah memperoleh lisensi resmi dari TVRI.