Kepala TU BPS Bengkulu Utara, Elyan Joni, SE, menjelaskan pelatihan terbagi dalam dua metode. Pertama, pembelajaran mandiri melalui sistem Massive Open Online Course (MOOC) secara daring untuk membekali peserta dengan konsep dasar dan alur pendataan.
Metode kedua adalah pelatihan tatap muka atau offline. Tahapan ini wajib diikuti untuk memastikan setiap petugas benar-benar memahami konsep, metodologi, serta penggunaan aplikasi atau kuesioner sebelum terjun langsung ke lapangan.
Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Utara, Rialdo Eka Putera, SE., M.Si, melalui Elyan Joni menegaskan bahwa seluruh petugas yang direkrut wajib mengikuti pelatihan ini. Sebab, mereka akan mendata masyarakat di 19 kecamatan yang tersebar di kabupaten tersebut.
“Ikuti seluruh tahapan penyuluhan ini secara serius dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai peraturan yang ada,” ujar Rialdo saat memonitoring pelatihan di sebuah hotel di Kota Arga Makmur.
Pihak BPS menekankan bahwa pelatihan ini menjadi faktor penentu keberhasilan petugas di lapangan. Tanpa pemahaman yang matang terhadap konsep dan teknis pendataan, risiko kesalahan data dinilai cukup tinggi.
“Pelatihan ini adalah pembekalan, peningkatan sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia bagi petugas sensus,” tambah Elyan Joni.
Untuk wilayah Kota Arga Makmur, BPS menggelar pelatihan di empat lokasi berbeda. Sementara untuk wilayah Ketahun, pelatihan dipusatkan di dua lokasi. Seluruh rangkaian pelatihan dijadwalkan rampung sebelum para petugas mulai bergerak mendata warga pada pertengahan Juni nanti.