BENGKULU — Polda Bengkulu menyiapkan pasukan gabungan untuk mengamankan Festival Tabut 2026. Skema pengamanan ini merupakan hasil koordinasi langsung antara Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid dan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dalam pertemuan di ruang kerja Gubernur, Rabu (10/6).
Kapolda Yudhi menegaskan bahwa jajarannya telah memploting personel dari berbagai satuan. Mereka akan dikerahkan untuk mengawal seluruh rangkaian festival adat berskala internasional tersebut.
"Polda Bengkulu siap memberikan dukungan penuh (support) dan bersinergi dengan Pemprov Bengkulu, terutama untuk menyukseskan agenda terdekat yaitu Festival Tabut 2026," ujar Brigjen Pol. Yudhi dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Personel gabungan akan diambil dari Dit Samapta (Sabhara), Dit Lantas, Dit Intelkam, hingga pasukan BKO dari Polres jajaran. Mereka akan disebar ke titik-titik rawan macet dan kriminalitas.
Pengamanan akan dipusatkan di beberapa lokasi strategis. Petugas akan berjaga di sepanjang rute pawai Tabut, pusat keramaian UMKM, serta kantong-kantong akses jalan utama.
"Jaminan keamanan adalah prioritas kami agar masyarakat dan wisatawan dapat menikmati acara dengan nyaman," tegas Kapolda Yudhi.
Festival Tabut sendiri selalu menyedot animo ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Event tahunan ini menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Bumi Rafflesia.
Gubernur Helmi Hasan dan Kapolda Yudhi sepakat untuk mengintensifkan komunikasi secara berkala. Koordinasi taktis ini tidak akan berhenti setelah Festival Tabut usai.
Ke depan, Pemprov dan Polda Bengkulu berkomitmen mengawal agenda-agenda besar daerah lainnya. Mulai dari iklim investasi, pengamanan Pilkada, hingga percepatan program strategis nasional di Bengkulu.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu ditutup dengan saling tukar cenderamata. Kapolda menyerahkan plakat resmi institusi kepada Gubernur, sementara Gubernur Helmi Hasan menyematkan Pin Bendera Merah Putih di dada Kapolda sebagai simbol sinergi.