BENGKULU — Perjalanan Batik Besurek menembus pasar internasional dimulai sejak 2017. Saat itu, pengiriman perdana ke Malaysia menjadi pintu masuk bagi produk UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel ini untuk dikenal di luar negeri.
Kini, Oase Gallery mencatat omzet sekitar Rp50 juta per bulan. Usaha yang dirintis Fitria Gustina ini memberdayakan enam tenaga kerja tetap dan menggandeng pengrajin lokal saat permintaan melonjak.
Keunikan Batik Besurek terletak pada motifnya. Kaligrafi Arab gundul, flora dan fauna lokal, serta ikon Rafflesia arnoldii menjadi ciri khas yang membedakannya dari batik daerah lain. Perpaduan nilai religi dan identitas budaya Bengkulu inilah yang menarik minat pembeli mancanegara.
“Kami merasa sangat senang karena bisa memperkenalkan produk khas Bengkulu ke mancanegara. Ke depan, kami berharap dapat mengikuti lebih banyak event internasional, khususnya di Eropa, agar Batik Besurek semakin dikenal dunia,” ujar Fitria.
Kesuksesan Oase Gallery tak lepas dari pembinaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Sejak 2019, perusahaan pelat merah itu memberikan dukungan berupa penguatan sarana produksi, pelatihan manajemen usaha, hingga fasilitasi pameran yang membuka akses pasar global.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menilai perkembangan Oase Gallery menunjukkan potensi besar UMKM lokal. “Mereka tidak hanya menjaga warisan budaya Batik Besurek tetap lestari, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global,” kata Rusminto.
Keberhasilan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dampaknya dirasakan langsung oleh pengrajin lokal yang dilibatkan saat produksi meningkat.
Bagi Fitria, membawa Batik Besurek melintasi batas negara adalah kebanggaan tersendiri. Ia berharap ke depannya bisa mengikuti lebih banyak pameran di Eropa agar warisan budaya Bengkulu semakin dikenal dunia.