KOTA BENGKULU — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu mencatat penyaluran dana desa tahap pertama di provinsi ini sudah mencapai Rp160,39 miliar per 12 Juni 2026. Angka itu disalurkan ke rekening 1.334 desa dari total pagu Dana Desa (DIPA) Provinsi Bengkulu tahun 2026 yang mencapai Rp377,08 miliar.
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana menyebut ada tujuh wilayah yang penyaluran dana desa tahap pertamanya rampung seratus persen. Kabupaten Bengkulu Utara menjadi yang terbesar dengan 215 desa menerima Rp26,22 miliar, disusul Bengkulu Selatan 142 desa (Rp17,05 miliar), dan Seluma 182 desa (Rp21,55 miliar).
Empat kabupaten lainnya yang juga tuntas adalah Kaur dengan 192 desa (Rp21,06 miliar), Mukomuko 148 desa (Rp18,71 miliar), Kepahiang 105 desa (Rp13,34 miliar), dan Bengkulu Tengah 142 desa (Rp16,94 miliar).
Di sisi lain, masih ada tujuh desa yang belum menyalurkan alokasi dana desa. Satu desa di Kabupaten Rejang Lebong dan enam desa di Kabupaten Lebong masih dalam proses. Kanwil DJPb Bengkulu terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat penyaluran.
Irfan menekankan bahwa percepatan penyaluran dana desa ini dirancang untuk memberikan efek ganda langsung pada sektor riil. Banyak desa yang telah memanfaatkan dana tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, menciptakan lapangan kerja lokal, serta membangun infrastruktur seperti jalan usaha tani, irigasi, dan jembatan dengan skema swakelola.
"Dana Desa adalah instrumen fiskal APBN yang fungsinya menjadi penggerak perekonomian desa. Dengan tersalurnya Rp160,39 miliar di pertengahan tahun ini, kita memastikan bahwa denyut nadi ekonomi, mulai dari petani, kuli bangunan desa, hingga pedagang kecil, terus berdetak kuat," jelas Irfan dalam pernyataan resminya, Minggu.
Ia mengapresiasi sinergi seluruh pemerintah kabupaten yang telah bekerja keras mempercepat proses penyaluran ini. Dengan realisasi yang hampir sempurna di tahap pertama, diharapkan sisa pagu sebesar Rp216,69 miliar untuk tahap berikutnya bisa segera menyusul dan dimanfaatkan optimal oleh desa-desa di Bengkulu.