BENGKULU — Perum Bulog Kantor Wilayah Bengkulu memastikan distribusi bantuan pangan beras untuk alokasi tiga bulan, Juli hingga September 2026, berjalan sesuai ketentuan. Setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan jatah 10 kilogram per bulan, sehingga total yang diterima masing-masing keluarga mencapai 30 kilogram.
Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu Dody Syahrial menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. "Bantuan pangan ini bukan hanya tentang beras yang disalurkan, tetapi tentang bagaimana kehadiran pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya di Kaur, Kamis.
Distribusi bantuan secara resmi dimulai melalui peluncuran di Desa Air Dingin, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya penyaluran beras kepada masyarakat penerima di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu hingga tingkat desa.
Dody menyebutkan, Bulog berkomitmen memastikan kualitas beras yang disalurkan tetap baik dan proses distribusi berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan semua pihak yang terlibat agar program ini dapat terlaksana tepat sasaran.
Dengan total 263.902 PBP, alokasi bantuan pangan ini diharapkan mampu menjaga daya beli keluarga penerima. Beras yang disalurkan bersumber dari cadangan beras pemerintah (CBP) dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga.
Berikut rincian penyaluran bantuan pangan beras Bulog Kanwil Bengkulu periode Juli-September 2026:
Selain penyaluran bantuan pangan, Bulog bersama pemerintah daerah terus melaksanakan gerakan pangan murah (GPM). Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di masyarakat Bengkulu.
Dody menambahkan, pihaknya siap mendukung kelancaran penyaluran hingga beras benar-benar diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai PBP di seluruh wilayah Bengkulu. "Bulog akan terus memastikan beras yang disalurkan memiliki kualitas yang baik dan proses distribusinya berjalan dengan lancar," katanya.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menekan angka inflasi dan menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Bengkulu. Masyarakat penerima diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.