BOJONEGORO — Kunjungan Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, bersama Dandim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ke Desa Kesongo pada Kamis (13/8/2026) menjadi penanda bahwa sasaran TMMD tidak melulu soal infrastruktur. Keduanya meninjau langsung booth kontainer yang bakal menjadi tempat aktivitas jual beli warga.
Sebelumnya, para pedagang menggelar dagangan di titik yang tersebar di sekitar kawasan tersebut. Dengan adanya penataan ini, aktivitas ekonomi warga diharapkan lebih terpusat dan memberikan kenyamanan bagi pembeli maupun penjual.
Keberadaan booth kontainer ini merupakan respons atas kondisi sebelumnya yang kurang tertata. Pemerintah desa menilai, fasilitas ini menjadi peluang baru bagi warga untuk mengembangkan usaha secara lebih teratur.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian TMMD terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, program ini tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih karena UMKM di Desa Kesongo ikut mendapat perhatian melalui program TMMD. Dengan adanya booth ini, pedagang memiliki tempat usaha yang lebih tertata dan mudah-mudahan ke depan semakin ramai,” ujarnya.
Fasilitas ini tidak dimaksudkan sekadar menjadi tempat berjualan. Pemerintah desa berharap kawasan tersebut kelak bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.
“Kami dari pemerintah desa akan berupaya ikut merawat dan mengembangkan fasilitas ini. Harapannya UMKM semakin maju, usaha warga berkembang, dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Kusnadi.
Keberlanjutan program ini, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah desa, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Yang paling penting setelah TMMD selesai adalah bagaimana fasilitas ini terus dimanfaatkan dan dirawat bersama. Kami ingin UMKM Kesongo tumbuh, mandiri dan bisa menjadi penggerak ekonomi desa,” pungkasnya.
Peninjauan yang dilakukan oleh jajaran Kodam V/Brawijaya ini menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari jalan atau bangunan fisik yang berdiri. Seberapa jauh program tersebut meninggalkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga menjadi indikator utama.
Dengan adanya tempat usaha yang lebih layak, pelaku UMKM di Desa Kesongo diharapkan mampu memperluas jangkauan pembeli dan meningkatkan pendapatan. Kawasan ini pun berpotensi menjadi sentra UMKM baru di Kecamatan Kedungadem jika dikelola dengan baik.