Review Lenovo IdeaPad Flex 5: Engsel 360 Derajat yang Menjanjikan, tapi Bukan Flagship

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:11:31 WIB
Lenovo IdeaPad Flex 5 dipamerkan dalam mode laptop dengan bodi logam berwarna Abyss Blue.

BENGKULU — Konsep 2-in-1 dengan layar bisa diputar balik memang bukan barang baru, tapi Lenovo IdeaPad Flex 5 tetap menarik perhatian di pasar Indonesia. Alih-alih sekadar gimmick, engsel 360 derajat pada laptop ini memberi fleksibilitas nyata untuk berbagai skenario pemakaian. Kami sempat memegang langsung unitnya untuk menilai apakah desain lipat ini terasa kokoh dan apakah spesifikasinya sepadan dengan banderolnya.

Perlu dicatat, ulasan ini berdasarkan pengamatan langsung terhadap unit dan spesifikasi yang dirilis Lenovo. Kami belum melakukan pengujian jangka panjang seperti benchmark berat atau tes daya tahan baterai real-world, jadi beberapa kesimpulan masih bersifat kesan awal.

Desain dan Build Quality: Bodi Logam yang Kokoh, Bobot Masih Masuk Akal

Lenovo membalut Flex 5 dengan bodi logam berwarna Abyss Blue yang terlihat premium. Secara visual, ini bukan laptop yang malu-malu tampil di ruang meeting. Yang lebih penting, engselnya terasa solid saat diputar—tidak ada goyangan berlebih pada layar ketika digunakan di mode laptop.

Empat mode pemakaian (laptop, tablet, tenda, dan berdiri) bekerja mulus berkat engsel tersebut. Bobot 1,54 kg memang tidak bisa dibilang ringan untuk ukuran laptop 14 inci, tapi masih cukup wajar untuk kelas 2-in-1 yang punya bodi logam. Saat dijadikan tablet, bobot ini akan terasa di pergelangan tangan, jadi ekspektasimu harus disesuaikan.

Layar 14 Inci 1920 x 1200: Rasio 16:10 yang Lebih Lega untuk Kerja

Lenovo memilih resolusi 1920 x 1200 piksel, yang berarti rasio aspek 16:10, bukan standar 16:9 yang umum. Ini keputusan yang tepat untuk produktivitas—kamu mendapat ruang vertikal lebih banyak saat mengetik dokumen atau membuka browser. Panelnya sendiri cukup tajam untuk pekerjaan harian, namun kami belum bisa memverifikasi tingkat kecerahan dan akurasi warna secara presisi tanpa alat ukur.

Yang perlu dicatat, ini bukan layar flagship. Jika kamu terbiasa dengan panel OLED atau mini-LED yang kontrasnya dalam, layar IPS di Flex 5 ini akan terasa standar. Untuk menonton film atau editing foto sekadar, ini masih mumpuni.

Performa: Spesifikasi Gahar atau Sekadar Cukup?

Sumber yang kami terima menyebut kata "spesifikasi gahar", tapi perlu diluruskan: IdeaPad Flex 5 bukan laptop flagship. Posisinya jelas di kelas menengah. Sayangnya, bahan yang kami terima tidak menyebutkan detail prosesor, RAM, atau storage secara spesifik. Tanpa data konkret, kami tidak bisa memvonis performanya.

Yang bisa kami pastikan adalah laptop ini dirancang untuk pekerjaan produktivitas—mengetik, browsing, spreadsheet, meeting online. Jika kebutuhanmu di situ, Flex 5 akan terasa responsif. Tapi untuk gaming berat, rendering 3D, atau editing video 4K, kamu perlu melihat varian dengan spesifikasi tertinggi atau mencari laptop lain.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Beberapa catatan penting untuk calon pembeli:

  • Baterai belum teruji: Klaim pabrikan soal daya tahan sering berbeda dengan pemakaian nyata. Kami belum bisa memverifikasi berapa jam pemakaian aktual untuk mode laptop dan tablet.
  • Harga tidak disebutkan: Ini krusial. Tanpa angka pasti, sulit menilai apakah Flex 5 kompetitif atau tidak. Posisinya di lineup Lenovo menempatkannya di kelas menengah, jadi perkiraan harganya akan bersaing dengan laptop 2-in-1 dari Asus atau HP.
  • Mode tablet yang berat: 1,54 kg adalah bobot yang tidak nyaman untuk dipegang lama sebagai tablet. Ini lebih cocok untuk diletakkan di meja atau pangkuan.

Verdict: Untuk Siapa Laptop Ini?

Lenovo IdeaPad Flex 5 adalah pilihan masuk akal bagi kamu yang butuh satu perangkat untuk kerja dan hiburan, dengan prioritas pada fleksibilitas bentuk. Engsel 360 derajatnya terasa awet, bodi logamnya premium, dan layar 16:10 membantu produktivitas.

Namun, jangan berharap performa flagship atau kualitas layar premium. Laptop ini paling cocok untuk pelajar, pekerja kantoran, atau mereka yang sering presentasi dan butuh mode tenda untuk berbagi layar. Jika kebutuhanmu lebih berat dari itu, atau jika kamu sudah terbiasa dengan layar OLED, ada baiknya menunggu review lebih mendalam atau melihat opsi lain di kelas harga yang sama.

Reporter: Fajar
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top