BENGKULU — Kekalahan ketiga beruntun itu melengkapi catatan pahit Indonesia sepanjang fase grup. Sebelumnya, Derrick Xzavierro dkk dipecundangi Jepang 53-98 dan Korea Selatan 48-102. Dengan nol kemenangan, langkah mereka di turnamen ini resmi berhenti di penyisihan.
Kedua tim memulai laga dengan tempo tinggi. Indonesia dan Arab Saudi sama-sama mengumpulkan 21 poin di kuarter pertama, tanda pertarungan sengit sejak menit awal.
Namun Arab Saudi mengambil alih kendali di kuarter kedua. Mereka menutup paruh pertama dengan keunggulan 50-41, memanfaatkan celah pertahanan Indonesia yang mulai kendor.
Tekanan Arab Saudi berlanjut setelah jeda. Mereka sempat unggul 69-49 saat laga tersisa 1 menit 20 detik di kuarter ketiga, sebelum menutup kuarter dengan skor 70-55.
Selisih 15 poin itu menjadi beban berat bagi Indonesia yang harus mengejar di kuarter terakhir.
Indonesia sempat tertinggal jauh 66-87 dengan waktu tersisa empat menit 29 detik. Di titik itu, Xzavierro dan rekan-rekan bangkit dan memangkas jarak menjadi 85-89 saat laga menyisakan 56,3 detik.
Harapan sempat hidup. Tapi Arab Saudi merespons dengan tujuh poin beruntun untuk menjauh 96-85. Indonesia hanya menambah empat poin di sisa waktu, sementara Arab Saudi mencetak empat poin lagi untuk menutup laga 100-89.
Di kubu Indonesia, Abraham Grahita tampil paling produktif dengan 22 poin. Xzavierro menyusul dengan 14 poin, lalu Yudha Saputera 13 poin dan Andakara Prastawa 12 poin. Sisanya menyumbang di bawah dua digit.
Arab Saudi nyaris tidak terbendung lewat dua pemainnya. Muhammad Abdurrahkman mencetak 41 poin, disusul Mohammed Alsuwailem dengan 33 poin. Mathna Almarwani menambahkan 13 poin.
Indonesia mengakhiri Grup A dengan tiga poin dan posisi juru kunci. Fase gugur Asian Games 2026 berjalan tanpa kehadiran tim basket putra Merah Putih.