by.U Bangun Ekosistem Digital K-Pop Lewat Korea Kaja! Vol.3

Penulis: Saiful  •  Minggu, 13 September 2026 | 19:03:01 WIB
Finalis Korea Kaja! Vol.3 menampilkan koreografi bertema "Dance of Dreams" pada Grand Final di Jakarta, 6 September 2026.

BENGKULU — Angka partisipasi itu menjadi sinyal bahwa pendekatan berbasis komunitas mulai jadi jalur baru operator seluler untuk menahan pelanggan muda. by.U tidak hanya menjual paket data, tetapi mengikat pengguna lewat aktivitas yang sesuai passion mereka.

Dari Kompetisi Dance ke Ekosistem Digital

Korea Kaja! Vol.3 digelar di Jakarta, Pontianak, Palembang, Solo, dan Bandung. Sepanjang pelaksanaannya, program ini menerima sekitar 2.000 video submission, meningkat sekitar 38% dibandingkan lebih dari 1.450 submission pada edisi sebelumnya.

Peserta lebih dulu berpartisipasi lewat pengiriman video, lalu konten didistribusikan melalui kanal online. Pola ini memungkinkan by.U menjangkau komunitas di luar lima kota penyelenggaraan.

Untuk mendukung rangkaian kegiatan, by.U menggandeng lebih dari 20 mitra komunitas. Kolaborasi ini memperluas jangkauan acara tanpa harus menambah lokasi fisik.

Mengapa by.U Pilih Jalur K-Pop

Head of by.U Product Marketing Telkomsel Herman A. Prasetyo menyebut antusiasme peserta memperlihatkan besarnya kebutuhan anak muda akan ruang menyalurkan minat.

"Banyak anak muda Indonesia punya passion besar terhadap K-pop dan dance, tetapi belum semuanya memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan melangkah lebih jauh. Korea Kaja! kami hadirkan sebagai platform untuk berpartisipasi, mendapatkan pengalaman baru, dan membuka peluang nyata," kata Herman dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Pendekatan ini sejalan dengan upaya by.U membawa kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah. "Antusiasme tahun ini menguatkan komitmen kami untuk membawa kesempatan tersebut lebih dekat kepada talenta dari berbagai daerah, sejalan dengan semangat Telkomsel untuk melayani sepenuh hati," ujarnya.

Produk Digital di Balik Event

Korea Kaja! tidak berhenti sebagai event marketing. by.U mengaitkannya dengan produk dan mekanisme engagement, termasuk Paket K-Popers Modal Kuota dan penukaran uCoin.

Lewat jalur tersebut, pelanggan berpeluang mendapatkan pengalaman ke Korea. Program ini masih dibuka hingga 30 September 2026.

Minat terhadap K-Culture jadi pintu masuk untuk membangun interaksi pelanggan melalui produk digital, komunitas, konten, hingga program loyalitas. Bagi pelaku bisnis digital, model ini menunjukkan bagaimana engagement berbasis minat bisa dikonversi menjadi retensi.

Grand Final dan Penilaian Juri

Pada tahap akhir, 10 pemenang dari kompetisi di lima kota dan dua peserta comeback chance melaju ke Grand Final di Jakarta pada 6 September 2026. Sebanyak 12 finalis berkompetisi dengan tema "Dance of Dreams".

Penilaian melibatkan Khloe Kim, SM Universe Dance Trainer dari Korea, sebagai global dance judge, serta Asyifa Nadya Ivan atau Acipa sebagai local dance judge.

Khloe menilai tantangan bagi dancer tidak lagi sekadar mampu mengikuti koreografi. "Sebagai profesional di industri K-Pop, saya sangat antusias melihat bagaimana para dancer Indonesia akan menghadirkan energi dan karakter mereka sendiri dalam berbagai koreografi ikonik," kata Khloe.

Pemenang RPD Korea Kaja! Vol.2, Diva Dovendra, melihat program ini sebagai ruang membangun kemampuan sekaligus identitas. "Menurut saya, Korea Kaja! adalah ruang bagi para dancer untuk menunjukkan kemampuan dan karakter identitas mereka. Pengalaman tahun lalu membuat saya semakin percaya diri untuk tampil dan mengekspresikan diri," pungkasnya.

Bagi by.U, Korea Kaja! Vol.3 menjadi cetak biru bagaimana operator seluler bisa memakai budaya pop sebagai kanal akuisisi dan retensi pelanggan muda. Jalur ini berpotensi diperluas ke komunitas minat lain di luar K-Pop.

Reporter: Saiful
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top