PT Pelindo Regional 2 Bengkulu mengajak awak media di Provinsi Bengkulu membangun citra positif Pelabuhan Pulau Baai melalui pemberitaan yang sesuai fakta di lapangan. Ajakan itu disampaikan General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi saat menerima kunjungan kerja Kepala LKBN ANTARA Biro Bengkulu Anom Prihantoro, Kepala LPP RRI Rozani, dan perwakilan TVRI Bengkulu. Pelindo berencana menjalin kerja sama dengan lembaga penyiaran publik dan LKBN ANTARA untuk penyebarluasan informasi kegiatan pelabuhan.
BENGKULU — PT Pelindo Regional 2 Bengkulu menilai pemberitaan yang akurat menjadi kunci membangun citra Pelabuhan Pulau Baai di mata warga Bengkulu. General Manager Dimas Rizky Kusmayadi menyampaikan hal itu di hadapan rombongan media yang berkunjung ke kantornya.
Kunjungan kerja itu diikuti Kepala LKBN ANTARA Biro Bengkulu Anom Prihantoro, Kepala LPP RRI Rozani, dan perwakilan TVRI Bengkulu. Pertemuan membahas rencana kerja sama penyebarluasan informasi kegiatan pelabuhan.
Dimas menyoroti cara masyarakat Bengkulu memandang Pelindo selama ini. Menurut pengamatannya, warga langsung mengaitkan Pelindo dengan Pelabuhan Pulau Baai, alur pelayaran, dan stigma bahan bakar minyak langka.
"Padahal apa yang sudah dibangun Pelindo hari ini dibandingkan kondisi pelabuhan tahun lalu benar-benar aman untuk pendaratan kapal, atau tidak ada lagi permasalahan alur," katanya.
Pengiriman BBM melalui pelabuhan laut di daerah itu, lanjut Dimas, kini tidak lagi terkendala alur. Persoalan BBM lebih ditentukan kebijakan pemerintah.
Pelindo mengeluhkan sejumlah pemberitaan yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Dimas mencontohkan berita soal jalur Enggano yang disebut tertutup kapal perintis dan tidak beraktivitas selama dua pekan.
"Kemarin keluar lagi berita dengan narasi bahwa jalur Enggano tertutup kapal perintis, dan tidak menjalani aktivitas dua Minggu, padahal kapal tertentu ke Enggano karena faktor alam," ujarnya.
Menurutnya, hambatan pelayaran ke Enggano terjadi karena faktor alam, bukan karena pelabuhan berhenti melayani. Pelindo menyatakan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal agar transportasi laut berjalan lancar.
Dimas menempatkan pelabuhan sebagai penopang utama ekonomi daerah. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Bengkulu tidak mungkin berjalan tanpa dukungan sektor pelabuhan.
Ia menilai kontribusi pelabuhan bahkan lebih besar dibandingkan sektor pariwisata. Karena itu, informasi yang benar soal aktivitas pelabuhan dinilai penting bagi publik dan pelaku usaha.
Pelindo mengajak insan media di Bengkulu berkolaborasi dan bergandengan tangan menyampaikan informasi yang benar. Kerja sama dengan lembaga penyiaran publik dan LKBN ANTARA direncanakan mencakup penyebarluasan informasi kegiatan pelabuhan.