BENGKULU — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta suporter bersabar menghadapi ekspektasi tinggi di FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman menegaskan membangun tim juara butuh waktu, bukan hasil instan.
Herdman menyampaikan hal itu kepada wartawan di tengah tekanan yang mengiringi perjalanan Skuad Garuda di turnamen yang berlangsung di Indonesia. Ia menilai ekspektasi wajar muncul, tetapi harus dibarengi kesadaran bahwa timnya belum jadi produk akhir.
Pengalaman melatih Kanada jadi rujukannya. Herdman datang ke Indonesia dari negara yang selama 36 tahun gagal lolos ke Piala Dunia dan tak pernah mengalahkan Amerika Serikat dalam rentang waktu yang sama.
Herdman mengaku merasakan perbedaan besar antara ekspektasi suporter Kanada dan Indonesia. Menurutnya, pendukung Kanada memahami bahwa kemenangan tidak datang dalam semalam.
"Saya tidak pernah merasakan ekspektasi terburu-buru dari suporter Kanada yang memahami bahwa meraih kemenangan membutuhkan waktu. Ini adalah proses, Anda membangunnya," ujarnya.
Ia meminta pola pikir serupa diterapkan di Indonesia. Kesabaran jadi kunci selama proses pembangunan tim berjalan.
"Saya terus mengatakan ini, kita harus tetap tenang. Untuk Indonesia, saya datang dari negara yang selama 36 tahun tidak lolos ke Piala Dunia, serta tidak pernah mengalahkan Amerika Serikat selama 36 tahun. Tentu butuh waktu," kata Herdman.
Herdman menyoroti minimnya pengalaman internasional para pemainnya. Data itu dianggapnya sebagai akar dari inkonsistensi performa tim.
"Ini adalah proses yang harus dibangun. Tim ini memiliki rata-rata 16 penampilan internasional. Itulah yang kami miliki. Rata-rata 16 penampilan di tim kami. Tim-tim pemenang memiliki rata-rata 30 penampilan atau lebih," tutur Herdman.
Perbandingan itu menunjukkan jarak pengalaman yang masih harus dikejar. Tim-tim juara, kata Herdman, dibangun dari pemain yang sudah puluhan kali tampil di level internasional.
Herdman menegaskan dua hal yang sedang ia bangun: pengalaman bertanding dan kekompakan antarpemain. Keduanya berjalan bersamaan seiring pertandingan demi pertandingan.
"Jadi, kami sedang membangun pengalaman. Kami sedang membangun kekompakan. Kami berkembang bersama. Jadi, para penggemar memang berhak berharap, tetapi mereka juga harus tetap realistis. Inilah sepakbola," ucapnya.
Pernyataan itu sekaligus menjawab tuntutan yang mengiringi Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI berharap tim memaksimalkan status tuan rumah, sementara Herdman menekankan proses panjang di baliknya.
Di FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman menghadapi tuntutan membawa Indonesia meraih gelar. Status tuan rumah membuat target itu kian mengemuka di kalangan suporter dan federasi.
Herdman tidak menampik besarnya harapan tersebut. Namun ia konsisten menyebut pembangunan tim sebagai fondasi yang harus diselesaikan lebih dulu sebelum bicara trofi.
Bagi Herdman, ekspektasi tinggi bukan masalah selama diimbangi kesabaran. Pengalaman Kanada jadi cermin bahwa perubahan besar memerlukan waktu, bukan sekadar pergantian pelatih atau semangat sesaat.