BENGKULU — Kenaikan bawang bombai tercatat pada pemantauan 8 wilayah, dari Rp 39.854 menjadi Rp 40.354 per kilogram. Kelompok bumbu dapur lain ikut bergerak naik meski tipis: bawang putih honan naik Rp 100 per kilogram atau 0,3 persen ke Rp 33.600, cabai merah besar naik Rp 111 per kilogram atau 0,2 persen ke Rp 54.648, dan cabai rawit merah naik Rp 167 per kilogram atau 0,2 persen ke Rp 71.167.
Penurunan terbesar terjadi pada daging ayam ras yang turun Rp 533 per kilogram atau 1,2 persen, dari Rp 46.150 menjadi Rp 45.617 per kilogram. Pemantauan komoditas ini mencakup 10 wilayah.
Bawang merah turun Rp 133 per kilogram atau 0,4 persen dari Rp 32.783 menjadi Rp 32.650. Cabai rawit hijau turun Rp 200 per kilogram atau 0,3 persen ke Rp 59.017.
Harga beras medium tetap di Rp 14.352 per kilogram, sedangkan beras SPHP Bulog stabil di Rp 12.320 per kilogram. Cabai merah keriting bertahan di Rp 59.917 per kilogram dan daging ayam kampung Rp 73.667 per ekor.
Kelompok daging memegang harga tertinggi dalam daftar pemantauan. Daging sapi paha depan tercatat Rp 150.476 per kilogram, sementara daging sapi paha belakang Rp 149.167 per kilogram.
Empat komoditas masuk kategori naik: bawang bombai, bawang putih honan, cabai merah besar, dan cabai rawit merah. Tiga komoditas turun: bawang merah, cabai rawit hijau, dan daging ayam ras.
Sejumlah bahan pangan lain tidak mengalami perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya, termasuk beras medium, beras SPHP Bulog, cabai merah keriting, dan daging ayam kampung.
Ringkasan harga Disperindag Provinsi Bengkulu melalui BEN-Connect ini dihimpun dari rata-rata seluruh wilayah dengan periode pemantauan empat data terakhir. Data tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah maupun masyarakat dalam memantau kondisi pasar.