BENGKULU — Rangkaian kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah diawali buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, salat sunah Awabin, dan istigasah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peluncuran Program Wajib Halal Oktober dari MUI Pusat serta tausiah.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyebut doa sebagai bagian dari ikhtiar yang tidak boleh dipisahkan dari upaya mitigasi bencana secara nyata.
"Kita tidak hanya melakukan mitigasi secara fisik, tetapi juga mitigasi langit. Ikhtiar di bumi harus kita kuatkan dengan doa," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Menurut Helmi, doa bersama lintas agama bukan hanya soal memohon perlindungan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk berdiri bersama menghadapi berbagai persoalan.
Pesan serupa disampaikan Ustaz Derry Sulaiman dalam tausiah pada rangkaian kegiatan. Ia mengingatkan bahwa manusia tetap harus melakukan ikhtiar nyata, namun pada saat yang sama tidak melupakan hubungan spiritual dengan Tuhan.
"Mitigasi langit itu penting. Ikhtiar lahir dan doa harus berjalan bersama," kata Derry Sulaiman.
Bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu, ikhtiar spiritual tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di lapangan. Provinsi Bengkulu termasuk wilayah yang memiliki risiko bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi hingga banjir dan tanah longsor.
Karena itu, doa serentak yang digelar Kamis malam itu dipandang bukan sekadar agenda keagamaan. Ada satu harapan yang sama: Bengkulu tetap aman, masyarakat terlindungi, dan Indonesia dijauhkan dari bencana.
Peluncuran Program Wajib Halal Oktober dari MUI Pusat dalam rangkaian acara yang sama menambah dimensi lain pada kegiatan tersebut. Program ini menyasar pelaku usaha di Bengkulu agar produk mereka memiliki sertifikasi halal sebelum kewajiban itu berlaku penuh.
Pemerintah Provinsi Bengkulu memposisikan doa sebagai cara untuk mengetuk pintu langit setelah manusia berbuat semaksimal mungkin di bumi. Pendekatan ini menggabungkan upaya teknis kebencanaan dengan penguatan spiritual masyarakat.
Kegiatan doa bersama lintas agama ini menjadi penanda bahwa penanganan bencana tidak hanya soal infrastruktur dan prosedur evakuasi. Ada dimensi batin yang juga dijaga, terutama di daerah yang berulang kali menghadapi ancaman bencana.