ISF 2026 di Jakarta, 200 Pembicara Global Bahas Pertumbuhan Rendah Karbon

Penulis: Fajar  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:05:32 WIB
Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 6-7 Oktober 2026.

BENGKULU — Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 bakal digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 6-7 Oktober 2026. Forum tahun keempat ini mempertemukan lebih dari 200 pembicara internasional dari pemerintah, dunia usaha, investor, hingga lembaga keuangan. Fokusnya: mendorong pertumbuhan rendah karbon tanpa mengorbankan ketahanan ekonomi.

ISF 2026 mengusung tema "Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World". Ajang ini disebut sebagai ruang kolaborasi bagi pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis, investor, akademisi, dan organisasi internasional untuk membahas inovasi, teknologi, dan pembiayaan dalam agenda keberlanjutan.

Sejumlah nama yang telah dikonfirmasi hadir antara lain Armida Salsiah Alisjahbana, Under-Secretary-General & Executive Secretary UNESCAP; Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi; serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Dua Fokus Utama: Pertumbuhan Hijau dan Ketahanan Ekonomi

Hari pertama ISF 2026 mengangkat fokus "Powering Low-Carbon Growth", sedangkan hari kedua mengusung tema "Enabling a Resilient & Liveable Future". Keduanya dirancang saling melengkapi, dari bagaimana sektor strategis mendorong pertumbuhan rendah karbon hingga memperkuat fondasi pertumbuhan yang inklusif.

Rachmat Kaimuddin, Ketua Pelaksana ISF 2026, menilai konsistensi agenda keberlanjutan makin krusial di tengah perubahan arah global. Menurutnya, tantangan utama Indonesia adalah menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

"Di tengah perubahan arah dan dinamika global, menjaga konsistensi agenda keberlanjutan menjadi semakin penting. Bagi Indonesia, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan," ujar Rachmat.

Pembicara yang Hadir dan Peran Dunia Usaha

Selain tiga nama utama, ISF 2026 juga mengonfirmasi kehadiran Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia; Helen Clarkson OBE, CEO The Climate Group; serta Justin Ma, Head of Transition Finance & Advisory untuk ASEAN dan Asia Selatan di Standard Chartered.

Dari sisi dunia usaha, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Keberlanjutan Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, menilai keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan dan daya saing perusahaan.

"Sustainability semakin menjadi bagian dari bagaimana dunia usaha melihat pertumbuhan, daya saing, dan peluang di masa depan. Bagi perusahaan, transisi ini membuka ruang untuk berinovasi, menciptakan nilai, dan membangun daya saing jangka panjang," kata Shinta.

Mengapa Indonesia Butuh Forum Ini

Rachmat menambahkan, ISF 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dan menerjemahkan agenda keberlanjutan menjadi peluang nilai jangka panjang bagi Indonesia. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong inovasi dan memperkuat daya saing.

"ISF 2026 membuka ruang bagi pemerintah, dunia usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman, melihat tantangan dari berbagai perspektif, dan mengeksplorasi solusi yang dapat diterapkan," ujar Rachmat.

Bagi pelaku pasar, forum ini menjadi ajang menjajaki peluang pembiayaan hijau dan kemitraan strategis. Posisi Indonesia sebagai simpul percakapan global soal pertumbuhan berkelanjutan bakal diuji lewat seberapa konkret komitmen investasi yang mengalir dari ajang dua hari tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top