BENGKULU — Amazon memotong harga iPad 11 inci menjadi USD 399 atau sekitar Rp 6,4 juta, turun USD 50 dari harga normalnya. Tablet ini jadi cara paling murah masuk ekosistem Apple, meski tetap lebih mahal dibanding harga enam bulan lalu dan bukan iPad Air maupun iPhone Duo seharga USD 2.000.
Potongan harga ini muncul di tengah gelombang promo Prime Big Deal Days yang berlangsung di Amazon. Selain diskon produk, Amazon juga menawarkan uji coba Prime 30 hari gratis yang mencakup gratis ongkir, Prime Video, Prime Music, Amazon Luna, penyimpanan foto cloud tanpa batas, dan sejumlah layanan lain. Untuk pembeli di Indonesia, angka ini perlu dikonversi dan ditambah biaya kirim internasional — sesuatu yang jarang disebut dalam pengumuman promo.
iPad 11 inci versi termurah ini mengusung chip A16 Bionic, bukan A20 Pro yang dipakai model lebih tinggi. Artinya, untuk tugas harian seperti streaming, membaca, dan menulis, performa masih memadai, tetapi bukan untuk beban kerja berat atau editing video 4K.
Kamera belakang hanya satu, dan model ini Wi-Fi-only. Menambahkan dukungan seluler akan menambah biaya sekitar USD 150 atau sekitar Rp 2,4 juta. Layar Liquid Retina 11 inci tergolong reflektif — masalah yang cukup mengganggu saat dipakai di luar ruangan atau di bawah cahaya langsung.
Pengujian baterai internal Tom's Guide mencatat iPad 11 inci bertahan 11 jam 25 menit dalam satu kali pengisian penuh. Angka itu hampir satu jam lebih lama dari iPad mini 7, meski masih di bawah iPad Pro M4 yang menembus 13 jam 13 menit.
Untuk pemakaian harian — menonton, membaca, sesekali mencatat — daya sebesar ini berarti pengisian cukup dilakukan sekali sehari. Catatan penting: pengujian itu dilakukan di laboratorium dengan skenario tertentu, jadi angka di pemakaian nyata bisa berbeda tergantung aplikasi dan kecerahan layar.
Untuk menulis atau menggambar, iPad 11 inci membutuhkan Apple Pencil USB-C yang dijual terpisah. Pencil versi ini cukup dasar — presisi piksel, magnet penempel di sisi tablet — tetapi tidak punya tekanan sensitif atau fitur hover seperti Pencil Pro.
Bagi pengguna yang memang berniat memakai tablet untuk produktivitas ringan, stylus ini praktis wajib. Tanpa itu, iPad 11 inci hanya jadi konsumsi konten, bukan alat kerja.
Kalau kebutuhanmu hanya menonton, membaca, dan sesekali mencatat, iPad 11 inci adalah pintu masuk termurah ke ekosistem iPadOS. Pengguna yang butuh performa lebih tinggi untuk editing atau gaming berat sebaiknya menabung untuk iPad Air atau iPad Pro.
Bandingkan juga dengan tablet Android di rentang harga setara, yang biasanya menawarkan layar lebih baik dan stylus sudah termasuk dalam paket. Keputusan akhirnya bergantung pada seberapa dalam kamu sudah terikat ekosistem Apple — dan seberapa besar toleransi terhadap kompromi di layar serta aksesori.