Bayi 24 Hari di Surabaya Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Bahayanya

Penulis: Sutomo  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 09:06:31 WIB
Bayi berusia 24 hari di Surabaya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di NICU.

BENGKULU — Bayi berusia 24 hari berinisial A di Surabaya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, diduga usai diberi telur mentah oleh neneknya. Kasus ini jadi pengingat penting bagi ibu muda soal bahaya memberi makanan selain ASI pada neonatus. Berikut penjelasan medis dan tanda bahaya yang wajib ibu kenali.

Kabar duka itu disampaikan tante korban, Calista Arisha, melalui unggahan di Threads pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, Calista sempat mencari ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) lewat utas yang sama karena kondisi A terus memburuk.

Kronologi yang Terungkap dari Media Sosial

Calista mengabarkan bahwa keponakannya telah meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis terbaik. Ia menyampaikan terima kasih kepada tim medis yang telah berupaya menyelamatkan A.

Soal kemungkinan kasus ini dilaporkan ke kepolisian, Calista tidak menjelaskan secara terperinci. Ia hanya memastikan pihak keluarga telah menindaklanjuti peristiwa tersebut.

Mengapa Neonatus Tidak Boleh Diberi Makanan Selain ASI

Dokter Ferry Kusmalingga dalam utasnya di Threads menegaskan bayi berusia 24 hari atau neonatus belum siap menerima makanan selain ASI atau susu formula yang sesuai. Sistem pencernaan dan imun bayi baru lahir masih sangat rentan.

Ferry menjelaskan pemberian MPASI umumnya baru dimulai saat bayi berusia enam bulan. Pengecualian hanya berlaku jika ada indikasi medis tertentu berdasarkan penilaian dokter spesialis anak.

Ia juga mengingatkan agar pemberian makanan atau ramuan tradisional kepada bayi tidak dilakukan berdasarkan kepercayaan maupun saran orang awam. Rekomendasi tenaga medis yang kompeten tetap jadi acuan utama.

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi Baru Lahir

Telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella yang bisa memicu infeksi serius pada bayi. Pada neonatus, infeksi seperti ini dapat berkembang cepat menjadi sepsis karena sistem imunnya belum terbentuk sempurna.

Selain bakteri, protein telur mentah juga sulit dicerna tubuh bayi. Pemberiannya bisa memicu reaksi alergi, diare hebat, hingga dehidrasi yang berujung pada kondisi kritis.

Tanda Bahaya yang Wajib Ibu Kenali

Beberapa gejala berikut perlu diwaspadai pada bayi baru lahir: demam atau suhu tubuh tidak stabil, muntah terus-menerus, diare, lemas tidak mau menyusu, hingga kulit kebiruan. Jika muncul satu saja, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jangan menunda pemeriksaan dengan alasan menunggu gejala mereda. Pada neonatus, kondisi bisa memburuk dalam hitungan jam.

Pelajaran untuk Keluarga Muda

Kasus ini menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan anggota keluarga lain soal pola asuh bayi. Niat baik memberi makanan tambahan bisa berujung fatal jika tidak sesuai anjuran medis.

Sampaikan dengan tegas bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan dasar bayi. Jika ada pihak lain yang ingin memberi sesuatu pada bayi, arahkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter anak.

Penting juga bagi ibu untuk memegang kendali penuh atas asupan bayi, terutama di bulan-bulan pertama. Dukungan keluarga seharusnya memperkuat, bukan menggantikan keputusan medis yang sudah jelas.

Reporter: Sutomo
Sumber: ntvnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top