Alpine A310 Vision Debut di Paris, Desain Retro dengan Lampu Pop-Down

Penulis: Yasir  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:04:31 WIB
Alpine memperkenalkan A310 Vision di Paris Motor Show sebagai konsep yang merayakan 55 tahun sports car legendaris A310.

BENGKULU — Alpine memperkenalkan A310 Vision di Paris Motor Show, konsep yang menghidupkan kembali sports car legendaris era 1970-an dengan platform listrik APP terbaru. Meski tampil sebagai design study murni, elemen desainnya disebut bisa mengalir ke model produksi Alpine berikutnya. Konsep ini merayakan 55 tahun debut A310 empat silinder pada 1971.

Alpine membawa A310 Vision ke panggung Paris Motor Show sebagai penghormatan bagi dua tonggak sejarah sekaligus. Versi empat silinder pertama kali muncul pada 1971, sementara varian V-6 menyusul lima tahun kemudian. Alih-alih menyalin salah satunya, tim desain Alpine meminjam elemen dari keduanya lalu meraciknya menjadi bentuk yang sepenuhnya baru.

Proses perancangannya tidak dilakukan dari nol. Alpine sampai mendatangkan unit A310 asli ke studio desain mereka sebagai acuan proporsi dan karakter garis. Hasilnya adalah tribute yang tetap membawa teknologi modern dan masa depan di dalamnya.

Proporsi Ekstrem: Panjang 4,5 Meter tapi Tinggi Cuma 1,18 Meter

Dimensi A310 Vision jadi salah satu poin paling mencolok. Panjangnya mencapai 179,1 inci atau sekitar 4.549 mm, tetapi tingginya hanya 46,5 inci atau sekitar 1.181 mm. Rasio itu membuat bodinya terlihat sangat gepeng dan lebar, khas sports car ringan Eropa.

Bagian belakang disebut mengambil inspirasi dari Formula 1. Sementara di depan, lampu utama pop-down jadi fitur yang sengaja dipilih untuk mendorong batas interpretasi bahasa desain Alpine. Mekanisme lampu yang bisa turun naik ini jelas merujuk ke era 1970-an, tetapi dieksekusi dengan pendekatan kontemporer.

Platform APP untuk Generasi EV Alpine Berikutnya

Di balik bodi dramatis itu, A310 Vision berdiri di atas Performance Platform alias APP. Arsitektur ini sedang dikembangkan untuk generasi mobil listrik sport Alpine selanjutnya, termasuk penerus A110.

Alpine belum mengungkap satu pun angka tenaga, torsi, kapasitas baterai, atau performa untuk A310 Vision. Pabrikan asal Prancis itu jauh lebih tertarik membahas sisi desain ketimbang apa yang bakal menggerakkannya. Sikap ini wajar mengingat statusnya sebagai konsep murni.

Interior Serba Konseptual dengan Kontrol Fisik Bergaya Audio High-End

Alpine tidak merilis foto resmi kabin A310 Vision. Namun kanopi semi-transparan memberikan gambaran sekilas: jok bertekstur sculpted, kombinasi warna kontras, dan kontrol fisik yang katanya terinspirasi perangkat audio kelas atas.

Paduan gaya futuristik dengan sentuhan taktil lawas itu jadi pendekatan menarik. Di tengah tren kabin serba layar sentuh, Alpine justru memberi ruang bagi tombol dan kenop fisik di konsep ini.

Status Konsep Murni, tapi Elemennya Bisa Mengalir ke Produksi

Alpine menegaskan A310 Vision adalah design study, bukan pertanda langsung model produksi. Sebagian elemen atau bentuk tertentu mungkin akan muncul di kendaraan masa depan mereka, tetapi keseluruhan paket seperti yang terlihat di Paris kemungkinan besar tidak akan diproduksi massal.

Bagi penggemar Alpine, konsep ini setidaknya memberi petunjuk arah bahasa desain merek untuk lini EV berikutnya. Penerus A110 yang berbasis platform APP jadi model paling logis untuk mewarisi sebagian dari pendekatan visual ini.

Reporter: Yasir
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top