BENGKULU — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia memicu kabut asap dan berdampak pada kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Di tengah kondisi itu, salat Istisqa menjadi salah satu cara umat Muslim berikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dikerjakan untuk meminta hujan. Ibadah ini biasanya dilaksanakan secara berjemaah di lapangan atau tempat terbuka.
Pelaksanaannya tidak memiliki waktu khusus, sehingga dapat dikerjakan pada siang maupun malam hari selama terdapat sebab yang melatarbelakangi. Pelaksanaan salat Istisqa juga memiliki tata cara, bacaan niat, serta doa khusus yang perlu diketahui umat Islam.
????????? ??????? ???????????????? ???????????? ???????????/???????? ??????? ????????
Ushalli sunnatal istisqai rak'ataini ma'muman/imaman lillahi taala.
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah minta hujan dua rakaat sebagai makmum (atau imam), karena Allah Ta'ala."
Karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia memicu kabut asap dan berdampak langsung pada kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Kondisi itu mendorong umat Muslim untuk memperbanyak ikhtiar, salah satunya melalui salat Istisqa.
Salat Istisqa dikerjakan dua rakaat secara berjemaah, umumnya dipimpin seorang imam di lapangan terbuka. Pelaksanaan di tempat terbuka menjadi bagian dari tata cara yang lazim dijalankan.
Pelaksanaan salat Istisqa memiliki tata cara, bacaan niat, serta doa khusus. Niat dibaca sesuai posisi jemaah, baik sebagai imam maupun makmum, dengan lafadz seperti tertulis di atas.
Ibadah ini tidak terikat waktu khusus. Artinya, salat Istisqa dapat dilaksanakan pada siang maupun malam hari selama terdapat sebab yang melatarbelakangi, seperti musim kemarau panjang atau kabut asap yang menurunkan kualitas udara.
Selain niat dan tata cara, salat Istisqa dilengkapi doa khusus untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Doa dipanjatkan seusai rangkaian salat sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun.
Umat Muslim yang hendak mengerjakan salat Istisqa dianjurkan memahami bacaan niat, tata cara, dan doa terlebih dahulu. Hal itu agar ibadah berjalan sesuai tuntunan yang berlaku.