BENGKULU SELATAN — Sebanyak 41 stan disiapkan untuk memeriahkan arena Gebyar Semarak Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 14 stan difasilitasi panitia provinsi, sementara sisanya dibangun swadaya oleh pelaku usaha mandiri.
Pemkab masih membuka kesempatan pendaftaran stan tambahan hingga Rabu. Susmanto mencatat stan mandiri justru mendominasi arena, sebuah sinyal bahwa pelaku usaha lokal merespons langsung gelaran ini tanpa menunggu fasilitas pemerintah.
Susmanto menegaskan Pemkab tidak mengejar setoran Pendapatan Asli Daerah dari kegiatan ini. Seluruh pemasukan parkir digratiskan, dan acara hiburan diperlakukan sebagai kegiatan masyarakat, bukan komoditas fiskal.
"Kalau khusus kegiatan Gebyar, praktis kita tidak mengejar PAD. Parkir tidak kita pungut, kemudian kegiatan hiburan kita anggap sebagai kegiatan masyarakat. Kita berharap ada umpan balik bagi masyarakat melalui perputaran ekonomi selama 10 hari kegiatan Gebyar Bengkulu Selatan," ujarnya.
Logika kebijakannya sederhana: uang yang tidak masuk kas daerah diharapkan berputar di kantong pedagang dan penyedia jasa hiburan. Dengan begitu, dampak kegiatan tidak berhenti pada keramaian, tetapi sampai ke transaksi harian UMKM.
Panitia menyiapkan rangkaian acara yang menyasar keluarga sebagai pengunjung utama. Ada jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, aneka perlombaan seni, pertunjukan seni adat khas Bengkulu, dan penampilan band lokal.
Hiburan malam, arena bermain anak-anak, serta wahana permainan turut melibatkan pelaku UMKM sektor hiburan anak binaan Dinas Pariwisata. Susmanto menyebut arena ini dirancang sebagai tempat berkumpul keluarga.
"Harapannya, arena Gebyar ini menjadi tempat berkumpul keluarga. Ada hiburan, arena bermain anak-anak, dan kegiatan lainnya yang bisa dinikmati masyarakat," jelasnya.
Bagi pelaku usaha, arena Gebyar dibuka sebagai ruang promosi, perluasan pasar, dan peningkatan penjualan produk unggulan daerah. Pemkab menyebut kegiatan yang didukung penuh Pemerintah Provinsi Bengkulu ini sebagai panggung bagi usaha lokal untuk naik kelas.
Susmanto tidak membatasi jumlah stan yang ingin berpartisipasi.
"Kalau target, kita tidak membatasi. Kita tetap membuka kesempatan sampai hari Rabu untuk pemasangan stan. Ada stan yang disediakan panitia provinsi dan ada juga yang mandiri. Justru yang lebih banyak itu dari mandiri," ujarnya.
Selain perdagangan, Pemkab berharap Gebyar Semarak Merah Putih mendongkrak sektor pariwisata Bengkulu Selatan. Susmanto menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bengkulu atas alokasi anggaran pariwisata untuk kabupaten dan kota di provinsi itu.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mengalokasikan dana, khususnya di bidang pariwisata, untuk kabupaten dan kota di Bengkulu. Kami berharap Gebyar Semarak Merah Putih ini dapat membuat roda perekonomian daerah bergerak lebih cepat," tutupnya.
Tingginya kunjungan ke Lapangan Sekundang diharapkan berbanding lurus dengan kenaikan transaksi di setiap stan UMKM. Bagi pedagang, 10 hari gelaran ini menjadi ujian sekaligus peluang mengukur daya serap pasar lokal.