SELUMA — Warga bersama aparat mengevakuasi empat korban luka ke tempat aman untuk mendapat penanganan medis awal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat memicu kepanikan warga sekitar tersebut.
Keempat korban merupakan petani warga Kecamatan Semidang Alas Maras. Mereka adalah Ardianto (35) warga Desa Tedunan, Relan (60) warga Desa Ketapang Baru, Bintang (28) warga Desa Genting Juar, dan Yes (42) warga Kelurahan Pajar Bulan.
Kapolsek Semidang Alas Maras Ipda Alan Jaya Kesumah menjelaskan, kerusakan terjadi akibat tali seling penahan di sisi kanan jembatan putus secara mendadak. Struktur lantai jembatan langsung miring ke arah hilir sungai.
"Iya mas, anggota kita sudah melakukan olah TKP. Tidak ada korban jiwa, hanya ada empat orang warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut," kata Ipda Alan.
Akibat kemiringan ekstrem, dua unit sepeda motor milik warga terperangkap di atas jembatan. Warga bersama personel kepolisian bergotong-royong mengevakuasi kendaraan tersebut agar tidak jatuh ke dalam aliran sungai.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gelombang, Bambang, membenarkan musibah tersebut. Ia menyebut jembatan gantung vital itu belum lama ini selesai menjalani rehabilitasi oleh personel TNI.
"Iya, tadi jembatan gantung putus. Jembatan gantung itu baru direhab tentara. Saat ini para korban telah mendapatkan penanganan pertama dan sudah dievakuasi ke tempat yang aman," ujar Bambang.
Jembatan gantung tersebut menjadi urat nadi transportasi antardesa. Warga setiap hari memanfaatkannya untuk mengangkut hasil pertanian dari kedua desa.
Hingga kini, penyebab pasti putusnya kabel penahan jembatan yang belum lama direhabilitasi masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jembatan sampai ada penanganan dan perbaikan teknis dari pihak berwenang. Warga terpaksa mencari jalur alternatif selama jembatan belum bisa digunakan.