BENGKULU — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu Nelly Alesa menyebut apel sosial sebagai inisiatif Helmi Hasan untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat lewat platform digital. Siaran langsung itu tidak berhenti pada absensi pejabat dan ASN.
Warga yang bergabung mendapat ruang menyampaikan keluhan, aspirasi, hingga persoalan pelayanan publik yang mereka hadapi sehari-hari. Sejumlah keluhan ditanggapi langsung oleh gubernur bersama pejabat terkait, sehingga warga bisa berdialog menjelaskan permasalahannya.
Nelly menyoroti pergeseran yang membedakan pola komunikasi pemerintahan di Bengkulu. Apel ASN yang biasanya digelar pagi hari di lapangan kantor pemerintah kini berlangsung malam hari dari tempat masing-masing.
Perubahan jam dan lokasi itu tidak menghilangkan fungsi apel sebagai ajang pemantauan kehadiran. Fungsi barunya justru bertambah: menyerap keluh kesah warga secara terbuka.
"Hebatnya lagi, semua langsung direspons saat itu juga oleh Pak Gubernur bersama pejabat terkait. Bahkan dibuka dialog langsung bersama masyarakat yang menyampaikan keluh kesahnya," tulis Nelly dalam unggahan di akun Facebook pribadinya.
Nelly mengajak masyarakat bergabung dalam siaran langsung tersebut setiap malam pukul 20.00 WIB melalui akun TikTok Helmi Hasan. Jadwal tetap itu membuat warga punya patokan waktu untuk menyampaikan persoalan.
Melalui apel sosial, Pemprov Bengkulu memanfaatkan media sosial sebagai saluran komunikasi tambahan untuk menyerap aspirasi warga. Masukan yang masuk juga menjadi bahan bagi pemerintah daerah soal kondisi pelayanan publik di lapangan.
Ruang dialog digital ini melengkapi mekanisme pengaduan formal yang sudah tersedia. Dua jalur itu diharapkan memperkuat interaksi pemerintah dan masyarakat, dengan keluhan warga tidak berhenti di kolom komentar.