BMKG Peringatkan Angin Kencang dan Hujan Sedang di Bengkulu pada 19-22 Oktober 2026

Penulis: Ragil  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 14:01:01 WIB
Peringatan dini BMKG mencatat potensi angin kencang dan hujan sedang di Bengkulu pada 19-22 Oktober 2026.

BENGKULU — Peringatan angin kencang di Bengkulu masuk dalam prakiraan cuaca mingguan BMKG yang diperbarui 15 Oktober 2026. Selain Bengkulu, potensi angin kencang juga mencakup Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Papua Selatan pada periode yang sama.

Bengkulu turut masuk daftar wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan intensitas sedang. Daftar itu meliputi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Dua Wilayah Masuk Kategori Siaga Hujan Lebat

BMKG menempatkan Aceh dan Sumatera Barat pada kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Sebagian besar wilayah Indonesia lainnya diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan.

Kondisi kering masih mendominasi meski hujan sedang hingga lebat tetap berpeluang terjadi secara lokal. Sekitar 76% Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Hanya sekitar 8% wilayah yang telah memasuki musim hujan.

El Niño Sangat Kuat Menekan Pertumbuhan Awan Hujan

BMKG mencatat El Niño masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat pada awal Oktober 2026. Anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +3,33°C, sementara indeks ENSO tiga bulanan periode Agustus-September-Oktober sebesar +3,08.

Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian tercatat +0,703. Kombinasi El Niño sangat kuat dan IOD positif cenderung mengurangi potensi pembentukan awan hujan di Indonesia.

Hujan lokal tetap dapat terjadi akibat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin menjadi sejumlah faktor pemicu aktivitas konvektif di wilayah tertentu.

Suhu di Lampung Capai 38,2°C, 1.297 Titik Panas Terpantau

Suhu udara maksimum di atas 37°C tercatat di sejumlah wilayah pada 12-13 Oktober 2026. Suhu tertinggi di Lampung mencapai 38,2°C, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing 37,8°C, serta Papua Selatan dan Kalimantan Selatan masing-masing 37,4°C.

Panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan pada 14 Oktober 2026 mengidentifikasi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Kekeringan meteorologis berpotensi memanjang di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.

Imbauan BMKG untuk Warga

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh dan memakai pelindung dari paparan sinar matahari. Warga juga diminta menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan karhutla.

Reporter: Ragil
Sumber: pedomanbengkulu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top