KEPAHIANG — Kepala BMH Bengkulu Hendrianto bersama Ustaz Maulana terlibat langsung dalam kegiatan dukungan pembangunan masjid tersebut. Penyaluran material menyasar kebutuhan struktur bangunan agar masjid bisa segera difungsikan.
Masjid di lingkungan panti asuhan itu nantinya tidak hanya dipakai untuk salat. Pengurus merancangnya sebagai pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan akhlak, dan penguatan nilai-nilai Islam bagi para santri.
LAZNAS BMH Bengkulu melakukan survei ke lokasi lebih dulu sebelum menyalurkan bantuan. Langkah itu untuk memastikan jenis dan jumlah material cocok dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.
Hendrianto menyebut bantuan material sebagai ikhtiar menyediakan tempat ibadah yang layak bagi para santri. Ia berharap pembangunan masjid berjalan lancar dan memberi manfaat bagi santri serta masyarakat sekitar.
"Bantuan material ini merupakan ikhtiar untuk mendukung tersedianya tempat ibadah yang layak bagi para santri. Kami berharap pembangunan masjid ini dapat berjalan dengan baik dan nantinya memberikan manfaat bagi santri serta masyarakat sekitar," ujar Hendrianto.
Program dukungan sarana ibadah ini menjadi salah satu jalur penyaluran amanah donatur oleh LAZNAS BMH Bengkulu. Selain material bangunan, lembaga itu menjalankan sejumlah program lain yang menyasar masyarakat Kabupaten Kepahiang dan sekitarnya.
Hendrianto menambahkan harapan agar masjid segera rampung dan terisi kegiatan ibadah maupun pembinaan generasi muda. Ia juga mendoakan setiap pihak yang berkontribusi atas pembangunan tersebut.
"Semoga masjid ini segera selesai dibangun dan menjadi tempat yang dipenuhi kegiatan ibadah, pembelajaran Al-Qur'an, serta pembinaan generasi muda. Mudah-mudahan setiap pihak yang berkontribusi mendapatkan pahala jariyah dari Allah SWT," tambahnya.
Pembangunan masjid Panti Asuhan Al Kahfi ditargetkan menjadi sarana ibadah sekaligus ruang belajar bagi 150 santri. Warga sekitar Weskust turut menjadi penerima manfaat ketika masjid nanti beroperasi.