Telkom Percepat Buyback Rp4 Triliun, Sisa Dana Masih di Atas Rp3 Triliun

Penulis: Saiful  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:35:31 WIB
PT Telkom mempercepat pelaksanaan buyback saham dengan pagu maksimal Rp4 triliun yang disetujui RUPST 8 Juni 2026.

BENGKULU — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham dengan pagu maksimal Rp4 triliun yang sudah disetujui dalam RUPST 8 Juni 2026. Per 19 Oktober 2026, dana buyback yang belum terpakai masih tersisa lebih dari Rp3 triliun. Percepatan ini diklaim sebagai cermin keyakinan manajemen atas fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.

Manajemen Telkom menegaskan percepatan buyback dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas perseroan, serta kebutuhan operasional dan investasi sesuai ketentuan yang berlaku. Program pembelian kembali saham berjalan selama 12 bulan, terhitung 9 Juni 2026 sampai 8 Juni 2027.

Alasan Manajemen Genjot Pembelian Kembali Saham

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyatakan evaluasi pelaksanaan buyback mengedepankan disiplin alokasi modal. Keputusan tersebut bertumpu pada keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.

"Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan," ujar Nanang.

Pakai Dana Internal, Kas Operasional Tetap Dijaga

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menambahkan aksi buyback dijalankan menggunakan dana internal perusahaan. Pertimbangan kebutuhan operasional menjadi faktor utama agar kondisi keuangan tetap terjaga.

"Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan," pungkas Angelo.

Sejalan dengan Transisi ke Model HoldCo-OpCo

Telkom tengah bertransisi menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Dalam kerangka itu, perseroan melanjutkan akselerasi penataan portofolio dan efisiensi guna memperkuat kinerja operasional.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat margin EBITDA sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Bagi pemegang saham TLKM, percepatan buyback berpotensi menopang harga saham di tengah tekanan pasar, dengan catatan realisasi pembelian tetap mengikuti kondisi likuiditas dan kebutuhan modal kerja perseroan.

Sisa Alokasi Jadi Sorotan Investor

Dengan sisa dana di atas Rp3 triliun per 19 Oktober 2026, ruang belanja saham Telkom masih lebar hingga batas akhir program pada 8 Juni 2027. Pelaku pasar umumnya mencermati ritme realisasi buyback bulanan karena berdampak langsung pada jumlah saham beredar dan laba per saham.

Telkom belum memerinci berapa lembar saham yang telah dibeli maupun harga rata-rata transaksi. Perseroan juga tidak menyebut target harga tertentu dalam pelaksanaan program ini.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top