BENGKULU — Sebanyak ribuan kura-kura air tawar Amazon dilepaskan ke sejumlah titik di Sungai Huallaga dan Ucayali, Peru, sebagai bagian dari program konservasi. Tiga spesies yang dilepas adalah taricaya (Podocnemis unifilis), teparo (Phrynops geoffroanus), dan charapa (Podocnemis expansa). Pemerintah Peru menegaskan peran ketiga spesies itu penting bagi keseimbangan ekosistem Amazon.
Kura-kura taricaya (Podocnemis unifilis) dan charapa (Podocnemis expansa) merupakan kura-kura air tawar besar yang hidup di sungai dan danau Amazon. Keduanya dikenal membantu penyebaran biji tumbuhan riparian melalui kotorannya.
Adapun teparo (Phrynops geoffroanus) berukuran lebih kecil dan berperan sebagai pemakan bangkai serta hewan kecil di dasar perairan. Kombinasi ketiga spesies menjaga keseimbangan jaring makanan di sungai.
Dua sungai itu merupakan anak sungai utama Amazon yang aliran dan habitatnya menopang populasi kura-kura air tawar. Pelepasan dilakukan di sejumlah titik agar penyebaran populasi tidak terpusat di satu lokasi.
Pemerintah Peru menyebut langkah itu bagian dari upaya konservasi berkelanjutan, bukan sekadar pelepasan simbolis. Pemantauan populasi menjadi kunci agar hasilnya bisa diukur dalam jangka panjang.
Kura-kura air tawar berfungsi sebagai indikator kesehatan perairan. Penurunan populasinya biasanya sejalan dengan kerusakan habitat, polusi, atau tekanan perburuan.
Dengan mengembalikan ribuan individu ke alam, Peru berupaya memperkuat kembali populasi yang terdampak aktivitas manusia. Dampaknya tidak hanya bagi kura-kura, tetapi juga bagi tumbuhan dan hewan lain yang bergantung pada interaksi di sungai.
Pelepasan bukan akhir dari pekerjaan. Perburuan telur dan daging kura-kura masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Amazon, sehingga pengawasan pascapelepasan menjadi penentu keberhasilan.
Keberhasilan program ini akan terlihat dari kemampuan populasi bertahan dan berkembang biak di habitat aslinya. Tanpa perlindungan berkelanjutan, pelepasan besar-besaran berisiko hanya menjadi kegiatan seremonial.