Viral Idol AI China Hamil, Netizen Pertanyakan Etika Konten Virtual

Penulis: Fajar  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:06:01 WIB
Grup idol virtual asal China, BABYQUEEN, mengumumkan kehamilan anggota virtualnya, Mity, pada 13 Oktober 2026.

BENGKULU — Grup idol virtual BABYQUEEN dari China mengumumkan kehamilan salah satu anggotanya, Mity, pada 13 Oktober 2026. Unggahan itu meraih 78 juta penayangan di Weibo, tetapi justru memicu perdebatan soal batas antara cerita fiktif dan etika konten AI.

BABYQUEEN terbentuk pada September 2026 di Provinsi Liaoning, China, dari kalangan penggemar K-pop muda. Grup ini punya empat anggota virtual dengan konsep menyerupai grup K-pop dan sekitar 1.100 pengikut sebelum kontroversi merebak.

Kronologi Pengumuman Kehamilan Mity

Pada 13 Oktober 2026, akun BABYQUEEN mengunggah pernyataan dari Mity. Anggota virtual itu mengaku sedang hamil dan akan menghentikan sementara aktivitas publiknya.

Mity juga meminta penggemar menghormati privasinya tanpa mengungkap identitas ayah dari bayi tersebut. Permintaan itu justru memantik reaksi keras di media sosial.

Unggahan tersebut viral dan menembus lebih dari 78 juta penayangan di Weibo. Banyak netizen mempertanyakan logika cerita karena Mity adalah karakter AI yang tidak memiliki tubuh fisik.

Kritik Netizen: dari Cuti Melahirkan sampai Alasan Keluar Grup

Sejumlah netizen menyindir keputusan kreator yang memakai kehamilan sebagai alasan Mity meninggalkan grup. Ada pula yang mempertanyakan apakah karakter virtual bisa mendapat cuti melahirkan seperti manusia.

Kritik lain menyoroti pemanfaatan isu kehamilan untuk menarik atensi publik. Bagi sebagian pengguna, cerita semacam ini mengaburkan batas antara hiburan fiktif dan persoalan moral yang nyata.

Kreator Minta Maaf dan Akui Cerita Fiktif

Setelah tekanan publik, kreator BABYQUEEN meminta maaf dan mengakui bahwa kisah kehamilan tersebut tidak pantas. Mereka menegaskan cerita itu sepenuhnya fiktif.

Kreator menjelaskan BABYQUEEN dibuat oleh beberapa perempuan muda penggemar K-pop sebagai proyek hobi, bukan untuk mencari keuntungan. Mereka mengaku kewalahan mengelola beberapa idol AI sekaligus sehingga harus mengurangi aktivitas grup.

Meski permintaan maaf sudah disampaikan, kritik tetap berdatangan. Sejumlah pengamat menilai kehamilan tidak seharusnya dipakai sebagai alat menarik perhatian publik.

Pendapat Akademisi soal Etika Konten AI

Akademisi bidang pekerjaan sosial dari Provinsi Hubei, Zhang Yong, menilai kasus ini menunjukkan persoalan dalam perkembangan konten AI. Teknologi AI mempermudah pembuatan konten, tetapi masyarakat perlu lebih cermat membedakan informasi nyata dan cerita fiktif.

Zhang turut mempertanyakan apakah cerita kehamilan Mity memanfaatkan emosi dan persoalan moral terkait kehamilan demi perhatian. Pertanyaan itu belum terjawab tuntas sampai sekarang.

Dugaan Strategi Promosi yang Belum Terbukti

Kontroversi memanas setelah BABYQUEEN merilis video musik cover lagu Next Level milik grup K-pop aespa pada 14 Oktober 2026, sehari setelah pengumuman kehamilan. Sebagian netizen menduga pengumuman itu sengaja dibuat untuk menaikkan jumlah penonton video musik.

Dugaan bahwa kontroversi merupakan strategi promosi belum terbukti. Di sisi lain, beberapa pengguna media sosial meminta publik tidak membesar-besarkan masalah karena BABYQUEEN awalnya hanya proyek kreatif penggemar.

Apa yang Bisa Dipelajari Orang Tua soal Konten AI

Kasus BABYQUEEN memperlihatkan bagaimana karakter virtual bisa memancing emosi penonton layaknya manusia sungguhan. Untuk orang tua, ini pengingat agar mendampingi anak saat mengonsumsi konten AI di media sosial.

Tanyakan pada anak apakah mereka tahu tokoh yang ditonton adalah karakter buatan. Diskusi sederhana semacam ini membantu anak membedakan hiburan fiktif dari informasi nyata.

Kreator konten AI juga perlu berpikir panjang sebelum mengangkat tema sensitif seperti kehamilan. Dampaknya bukan cuma soal jumlah penonton, tetapi juga cara publik menilai etika di balik cerita tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: wolipop.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top