KOTA BENGKULU — Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri langsung Kapolda Bengkulu bersama Dirsamapta Polda Bengkulu Kombes Pol Musa Hengky P. dan sejumlah personel Polda Bengkulu. Rombongan ikut mengikuti ibadah bersama jemaat sebelum berdialog.
Minggu Kasih merupakan bagian dari program Quick Wins Kapolri yang dirancang mempererat hubungan Polri dengan masyarakat lintas agama. Lewat forum itu, Kapolda mendengarkan aspirasi jemaat soal persoalan keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Dalam suasana kekeluargaan, Yudhi meminta jemaat tidak ragu melaporkan setiap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar mereka. Ia menjamin laporan warga akan ditindaklanjuti anggota di lapangan.
"Apabila Bapak dan Ibu jemaat menemukan kejadian atau permasalahan kamtibmas di lingkungan sekitar, jangan ragu segera hubungi Call Center 110. Kami siap 24 jam. Akan ada anggota Polri yang datang untuk membantu menangani permasalahan yang terjadi," ujar Yudhi.
Layanan tersebut disebut berlaku tanpa syarat waktu, termasuk di luar jam kerja kantor kepolisian. Warga cukup menghubungi nomor yang sama untuk meminta bantuan personel terdekat.
Selain menyerap aspirasi, Kapolda menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama. Sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dinilainya sebagai fondasi suasana masyarakat yang aman dan kondusif.
"Kami mengimbau seluruh jemaat untuk terus menjaga kerukunan umat beragama. Mari kita jaga toleransi, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga kamtibmas di Provinsi Bengkulu agar tetap aman, damai, dan kondusif," pesannya.
Menurut Yudhi, kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu kunci menjaga keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat. Pesan itu ia sampaikan langsung di hadapan jemaat, bukan lewat surat edaran atau pernyataan tertulis.
Kapolda berharap kegiatan Minggu Kasih memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, khususnya umat Kristiani di Kota Bengkulu. Ia menegaskan kehadiran polisi di rumah ibadah tidak semata menjalankan tugas pengamanan.
Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen Polri melayani dan membangun kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat. Tidak ada pembedaan suku, agama, ras, maupun golongan dalam pelayanan yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, Polda Bengkulu mendorong penguatan toleransi sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Masyarakat diharapkan terus hidup berdampingan secara damai serta menjaga Bengkulu tetap aman, harmonis, dan kondusif.
Rangkaian ibadah dan Minggu Kasih di Gereja HKI berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Polda Bengkulu belum menyampaikan jadwal kunjungan berikutnya ke rumah ibadah lain di wilayah provinsi.