BENGKULU — Dewa United membalikkan keadaan untuk mengalahkan Persija Jakarta 2-1 pada laga lanjutan Super League 2026/2027 di Banten International Stadium. Macan Kemayoran sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol cepat Rayhan Hannan, tetapi dua gol balasan tuan rumah membuat Persija menelan kekalahan kedua musim ini.
Kekalahan Persija Jakarta dari Dewa United diwarnai rentetan kesalahan yang diakui langsung oleh kubu tim tamu. Laga di Banten International Stadium itu sempat berjalan sesuai rencana Persija sebelum berbalik arah di sisa pertandingan.
Persija membuka keunggulan saat laga baru berjalan empat menit melalui Rayhan Hannan. Tim asuhan Shin Tae-yong kemudian nyaris menggandakan keunggulan lewat Ivan Mamut, tetapi gol itu tidak disahkan setelah pengecekan Video Assistant Referee (VAR) mendeteksi offside.
Kegagalan menambah gol itu menjadi titik balik. Dewa United bangkit dan membalas melalui Denílson Pereira serta Taisei Marukawa, dua gol yang lahir dari kesalahan koordinasi lini belakang Persija.
Persija harus bermain dengan sepuluh orang setelah Donny Tri Pamungkas menerima kartu kuning kedua pada menit ke-65. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Dewa United untuk menekan, dan Marukawa memastikan kemenangan tuan rumah di ujung laga.
Pelatih Persija Shin Tae-yong tidak mencari alasan di luar permainan timnya. Menurutnya, kekalahan lahir dari kombinasi peluang yang terbuang dan operan yang terlalu sering salah.
"Pertama-tama, selamat kepada Dewa United. Terkait jalannya pertandingan, menurut saya, pada dasarnya kami menyebabkan kekalahan kami sendiri," kata Shin Tae-yong seusai laga.
"Kami gagal memanfaatkan peluang-peluang bagus menjadi gol, dan kami terlalu banyak melakukan kesalahan dalam mengoper bola. Itu adalah aspek-aspek yang perlu kami perbaiki. Pada akhirnya, menurut saya, kamilah yang melakukan kesalahan hari ini," ujarnya menambahkan.
Kapten Persija Rizky Ridho menyampaikan penilaian senada. Ia mengakui performa tim di bawah harapan dan menyoroti banyaknya passing salah yang dimanfaatkan Dewa United.
"Saya setuju dengan Coach Shin Tae-yong. Kami melakukan banyak kesalahan sendiri, terutama banyak passing yang salah," ucap Ridho.
"Saya juga banyak melakukan kesalahan hari ini. Jadi, hal itu menjadi pelajaran agar di pertandingan selanjutnya kami tetap fokus dan bisa meraih kemenangan di kandang," tuturnya.
Hasil ini menjadi kekalahan kedua Persija di Super League 2026/2027. Dua gol Dewa United lahir bukan dari skema serangan rumit, melainkan dari kesalahan koordinasi lini belakang yang berulang.
Persija perlu segera membenahi akurasi operan dan konsistensi fokus di lini pertahanan sebelum laga berikutnya. Shin Tae-yong menegaskan aspek teknis itu sebagai prioritas perbaikan, sementara Ridho menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi untuk meraih kemenangan di kandang.