SELUMA — Bupati Seluma Teddy Rahman menyampaikan rasa syukur masyarakat setempat yang telah lama menantikan kesempatan mengikuti tausiah langsung dari Ustaz Abdul Somad. Kehadiran ulama nasional itu dinilai membawa manfaat bagi kehidupan spiritual warga Seluma.
Antusiasme jamaah terlihat sejak kedatangan UAS yang disambut langsung oleh Teddy Rahman bersama Wakil Bupati Gustianto. Warga datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti tausiah dan mendengarkan pesan keagamaan dalam kegiatan tersebut.
Tabligh akbar mengangkat tema "Dari Seluma untuk Palestina: Cinta Tak Pernah Padam, Merawat Ukhuwah, Menyalakan Asa". Tema itu menegaskan semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan perlu terus dipelihara di tengah masyarakat.
Teddy berharap pesan keagamaan dalam tabligh akbar tidak berhenti sebagai pengingat meningkatkan kualitas ibadah. Ia mendorong masyarakat memperkuat hubungan persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana mempererat persatuan. Perbedaan latar belakang, menurutnya, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kepedulian dan saling membantu.
Teddy mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Seluma terus memberikan perhatian kepada rakyat Palestina yang menghadapi kesulitan akibat konflik berkepanjangan. Ajakan itu disampaikan di hadapan ribuan jamaah yang memadati kompleks masjid.
"Palestina adalah saudara kita. Mari terus kirimkan doa dan dukungan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, memberikan kekuatan dan keselamatan, serta mengaruniakan kemerdekaan bagi saudara-saudara kita di Palestina," ungkap Teddy.
Menurutnya, kepedulian terhadap Palestina dapat diwujudkan melalui doa, dukungan kemanusiaan, serta upaya menjaga semangat solidaritas secara berkelanjutan.
Dalam tausiahnya, Ustaz Abdul Somad menyoroti pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan menyikapi penderitaan masyarakat Palestina. Ia menegaskan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina tidak semestinya dibatasi oleh identitas agama.
Penderitaan manusia, menurut UAS, merupakan persoalan bersama yang membutuhkan perhatian, empati, dan sikap saling menghormati.
"Untuk peduli dan menyuarakan kemerdekaan Palestina, kita tidak harus menjadi seorang Muslim. Cukup menjadi sesama manusia, karena kepedulian terhadap penderitaan orang lain adalah bagian dari nilai kemanusiaan," tegas UAS.
Pesan itu mengajak masyarakat melihat solidaritas Palestina dalam perspektif lebih luas. Dukungan terhadap perdamaian dan kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan ikatan keagamaan, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap martabat manusia dan hak masyarakat untuk hidup aman.
Kegiatan Tabligh Akbar Solidaritas Seluma untuk Palestina turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Seluma, Sekretaris Daerah Deddy Ramdhani, dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Seluma. Kehadiran unsur pemerintah daerah bersama masyarakat mencerminkan dukungan terhadap upaya membangun kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
Tabligh akbar menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyikapi persoalan kemanusiaan di tingkat global. Pemerintah dan masyarakat diharapkan menjaga semangat solidaritas itu agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Seluma mengirimkan pesan bahwa perhatian terhadap Palestina tetap hidup di tengah masyarakat. Doa, persatuan, dan kepedulian menjadi kekuatan moral untuk terus menyuarakan perdamaian dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.