Komdigi Bantah Takedown Konten Banjir Aceh, Sebut Masih Beredar di Medsos

Penulis: Yasir  •  Selasa, 03 November 2026 | 19:52:01 WIB
Komdigi membantah melakukan takedown konten banjir bandang Aceh di media sosial.

BENGKULU — Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan tidak pernah menghapus konten banjir bandang Aceh di media sosial. Hasil pemantauan pada Selasa (3/11/2026) pukul 16.00 WIB menunjukkan unggahan soal bencana itu masih tersedia luas di Instagram, X, dan Threads. Bantahan ini merespons narasi yang menyebut pemerintah melakukan penindakan terhadap konten bencana.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Komdigi, Farida Dewi Maharani, menyampaikan pihaknya sudah mengecek tuduhan tersebut. Ia memastikan kementerian tidak melakukan penindakan terhadap konten-konten dimaksud.

"Kami sudah cek bahwa kami tidak menerima permintaan dan tidak melakukan takedown konten terhadap konten banjir bandang di Aceh," kata Farida dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Hasil Pemantauan di Instagram, X, dan Threads

Komdigi memantau tiga platform utama: Instagram, X, dan Threads. Dari penelusuran itu, konten soal banjir bandang Aceh masih ditemukan dalam jumlah cukup banyak dan terbuka untuk publik.

Unggahan berasal dari beragam akun, mulai dari pengguna pribadi hingga akun media yang melaporkan kondisi banjir di sejumlah wilayah Aceh. Laporan monitoring per 3 November 2026 pukul 16.00 WIB mencatat sejumlah unggahan yang beredar dalam 24 jam terakhir.

Di platform X, sejumlah akun pribadi menampilkan kondisi banjir bandang. Sementara di Threads, konten mengenai banjir di wilayah Aceh Barat muncul dari akun media maupun personal.

Hal serupa ditemukan di Instagram. Akun pribadi dan akun berita mengunggah foto maupun video yang memperlihatkan kondisi banjir di Aceh.

Dasar Komdigi Membantah Tudingan

Hasil pemantauan tersebut menjadi landasan Komdigi menyanggah tudingan bahwa kementerian menghapus konten banjir Aceh di media sosial. Kementerian menegaskan konten-konten itu masih beredar dan dapat diakses masyarakat melalui sejumlah platform digital.

Bantahan ini penting di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola konten bencana di platform digital. Pengguna media sosial di Indonesia kerap mempertanyakan transparansi proses moderasi konten, terutama saat bencana besar terjadi dan informasi dari lapangan menjadi sumber utama warga.

Komdigi belum merinci apakah akan ada langkah lanjutan, misalnya koordinasi dengan platform untuk memastikan konten bencana tetap dapat diakses selama masa tanggap darurat.

Reporter: Yasir
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top