Danantara Susun Daftar Proyek untuk Ditawarkan ke Investor AS di G20 Miami

Penulis: Fajar  •  Rabu, 04 November 2026 | 14:05:31 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pemetaan proyek investasi usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

BENGKULU — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan daftar proyek yang akan ditawarkan kepada investor Amerika Serikat menjelang KTT G20 di Miami, 14–15 Desember 2026. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memperluas kerja sama investasi sekaligus mengoptimalkan aset BUMN. CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut pemetaan proyek masih berjalan sebelum tawaran resmi disusun.

Jakarta — Rosan Roeslani menyampaikan pemetaan tersebut usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Rapat itu juga membahas penyempurnaan program prioritas pemerintah dan optimalisasi anggaran negara.

Menurut Rosan, proyek yang disiapkan akan disesuaikan dengan agenda peningkatan kinerja dan pemanfaatan aset BUMN. Danantara masih menginventarisasi sejumlah peluang sebelum memutuskan proyek mana yang layak masuk daftar tawaran kepada calon mitra investasi.

Mengapa G20 Miami Jadi Momentum

KTT G20 2026 dijadwalkan berlangsung di Miami, Florida, pada 14–15 Desember 2026. Forum itu mempertemukan para pemimpin negara anggota G20 untuk membahas agenda ekonomi dan kerja sama internasional.

Bagi Danantara, ajang tersebut menjadi kesempatan berkumpul dengan calon investor dalam satu gelaran. Pemerintah ingin memanfaatkan pertemuan para kepala negara itu untuk membuka jalur kerja sama yang lebih konkret, bukan sekadar seremoni diplomatik.

Forum Milken Institute Jadi Jalur Kedua

Selain rangkaian KTT G20, pemerintah merencanakan forum investasi bersama Milken Institute. Forum ini akan melibatkan sejumlah investor besar dari Amerika Serikat.

Dua jalur itu memberi Danantara ruang menawarkan proyek kepada investor yang berbeda profil. G20 mendekatkan Indonesia dengan kalangan pemerintah dan korporasi global, sementara Milken Institute membuka akses ke jaringan investor swasta AS.

Aset BUMN Jadi Bahan Tawaran

Melalui penjajakan tersebut, pemerintah berharap kerja sama yang terjalin memberi nilai tambah bagi aset BUMN. Optimalisasi aset menjadi salah satu fokus Danantara sejak dibentuk, terutama untuk aset yang selama ini belum menghasilkan pendapatan maksimal.

Rosan tidak merinci proyek apa saja yang masuk inventarisasi. Ia hanya menyatakan daftar final akan ditentukan setelah pemetaan selesai, dengan prioritas pada program yang mendukung kinerja BUMN.

Bagi investor AS, tawaran ini membuka akses ke sektor-sektor yang selama ini dikelola negara. Bagi Indonesia, masuknya modal asing diharapkan menambah nilai aset tanpa harus melepas kendali penuh atas perusahaan pelat merah.

Rencana penawaran proyek ke investor AS menandai langkah baru Danantara dalam mencari pendanaan. Sebelumnya, badan pengelola investasi ini lebih banyak bergerak di ranah konsolidasi aset dan efisiensi BUMN. Kini arahnya melebar ke pencarian mitra strategis lintas negara, dengan G20 Miami sebagai panggung pertama yang dipilih.

Reporter: Fajar
Sumber: most1058fm.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top