BENGKULU — Rapat konsolidasi yang digelar SMSI Provinsi Bengkulu tidak hanya membahas evaluasi kepengurusan, tetapi juga melahirkan inisiatif baru berupa newsroom kolaboratif. Pembentukan pokja ini dinilai menjadi momentum penting bagi media siber di Bengkulu untuk meningkatkan kualitas pemberitaan yang terkoordinasi, khususnya menyangkut pembangunan desa dan program prioritas pemerintah pusat.
Ketua SMSI Provinsi Bengkulu, Dr. Ir. H. Herawansyah Ikram, S.Ars., M.Sc., MT., IAI., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan peran organisasi sebagai rumah bagi perusahaan pers yang kredibel.
"Rapat konsolidasi ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah seluruh perusahaan pers anggota SMSI Bengkulu. Melalui pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa dan Jaga MBG, kita ingin menghadirkan pemberitaan yang profesional, berbasis data, serta mampu mendukung program-program strategis nasional tanpa meninggalkan prinsip independensi dan kode etik jurnalistik," ujarnya.
Fokus Liputan: Pembangunan Desa Hingga Program MBG
Pokja Newsroom Jaga Desa akan memusatkan perhatian pada pemberitaan pembangunan desa yang edukatif dan berbasis data. Sementara itu, Pokja Newsroom Jaga MBG dirancang untuk mengawal publikasi Program Makan Bergizi Gratis melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mendidik masyarakat.
Menurut Sekretaris SMSI Provinsi Bengkulu, Ujang Martin AP, pembentukan pokja ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan struktur organisasi, Standar Operasional Prosedur (SOP), serta kalender liputan sebagai pedoman kerja bersama.
Evaluasi Kepengurusan dan Target Sinergi Daerah
Dalam forum yang mengusung tema "Memperkuat Soliditas Organisasi dan Membangun Newsroom Kolaboratif untuk Mendukung Program Strategis Nasional" tersebut, peserta juga mengevaluasi kepengurusan SMSI hingga tingkat kabupaten/kota. Pendataan media anggota dan penguatan komunikasi internal menjadi agenda utama untuk memastikan program kerja berjalan efektif.
Selain itu, rapat membahas peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Herawansyah menekankan bahwa kolaborasi ini tidak boleh mengurangi independensi maupun kredibilitas media dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
"Dengan newsroom kolaboratif ini, kami berharap kualitas pemberitaan media anggota SMSI semakin meningkat, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Ujang Martin.
Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati pembentukan tim pokja sebagai langkah awal pelaksanaan program. SMSI Provinsi Bengkulu berharap keberadaan Newsroom Jaga Desa dan Jaga MBG mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, mendukung pembangunan daerah, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap media siber.