BENGKULU — Tim Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Sukakarya menemukan sejumlah anak usia sekolah dasar sudah mengenal rokok. Temuan itu muncul dari hasil wawancara dan screening yang dilakukan petugas di Kota Sabang, Aceh.
Kepala UPTD Puskesmas Sukakarya Kota Sabang, Nurkismawarni, S.Kep, menyampaikan hal ini pada Senin, 14 September 2026. Ia menilai kebiasaan hidup anak mulai terbentuk sejak usia sekolah, sehingga pengawasan orang tua jadi kunci utama.
Anak Kelas 4 dan 5 SD Sudah Kenal Rokok
Nurkismawarni mengungkapkan kekhawatirannya saat pelaksanaan CKG. Dari screening tersebut, beberapa anak yang masih duduk di bangku SD terdeteksi sudah mengenal rokok.
"Ini yang kami khawatirkan, anak SD saja sudah mengenal rokok. Dari hasil wawancara dan screening yang kami lakukan, ada beberapa anak kelas 4 dan kelas 5 SD yang sudah mengenal rokok," ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, anak usia sekolah sedang berada di fase pembentukan kebiasaan yang akan terbawa hingga dewasa.
Kenapa Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
Pengawasan orang tua disebut Nurkismawarni sebagai faktor penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak. Orang tua perlu lebih aktif mengetahui aktivitas anak, termasuk lingkungan pergaulan dan kebiasaan di luar rumah.
Edukasi soal rokok juga perlu diberikan sejak dini. Tujuannya agar anak memahami dampak buruknya terhadap kesehatan sebelum kebiasaan itu terbentuk.
Ia juga berharap sekolah ikut mendukung lewat edukasi dan pengawasan perilaku siswa. Menurutnya, menjaga kesehatan anak butuh kerja sama keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan.
Peran Sekolah dan Tenaga Kesehatan
Pelaksanaan CKG tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak dan orang tua soal pola hidup sehat.
"Harapan saya untuk anak-anak, pola makan diperhatikan, pola istirahat juga, dan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik bisa dihindari. Untuk orang tua, kami harapkan dapat lebih mengawasi anak-anak dan memberikan pemahaman tentang kebiasaan yang baik bagi kesehatan mereka," kata Nurkismawarni.
Dengan pengawasan serta pendampingan sejak dini, anak diharapkan tumbuh dengan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah
- Kenali teman dan lingkungan bermain anak, terutama di luar jam sekolah.
- Bicarakan bahaya rokok dengan bahasa sederhana sesuai usia anak.
- Jadikan jam makan dan istirahat sebagai rutinitas yang konsisten.
- Jalin komunikasi dengan guru untuk memantau perilaku anak di sekolah.
- Manfaatkan momen CKG atau posyandu untuk konsultasi soal kebiasaan anak.
Kapan Perlu Konsultasi ke Tenaga Kesehatan
Jika ibu menemukan tanda anak sudah mencoba rokok atau menunjukkan perubahan perilaku, segera konsultasikan ke puskesmas terdekat. Petugas kesehatan bisa membantu memberikan edukasi lanjutan dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi anak.
Membentuk kebiasaan sehat pada anak memang butuh konsistensi. Dengan pengawasan yang hangat dan komunikasi terbuka, anak lebih mudah memahami kenapa kesehatan perlu dijaga sejak kecil.