Pencarian

Pemdes Renah Kurung Gelar Musyawarah Desa Bahas Rembuk Stunting 2026, Kades Ajak Cegah Sejak Remaja

Kamis, 24 September 2026 • 11:31:31 WIB
Pemdes Renah Kurung Gelar Musyawarah Desa Bahas Rembuk Stunting 2026, Kades Ajak Cegah Sejak Remaja
Musyawarah desa di Balai Desa Renah Kurung membahas rencana kegiatan dan intervensi pencegahan stunting.

KEPAHIANG — Musyawarah desa yang digelar Pemerintah Desa Renah Kurung menyusun rencana kegiatan dan menentukan langkah intervensi pencegahan stunting sesuai kondisi masyarakat setempat. Forum di Balai Desa Renah Kurung itu juga menjadi wadah bagi pemerintah desa dan warga untuk menyepakati upaya yang dijalankan bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping lokal desa, kader Posyandu, bidan desa, serta masyarakat. Peran pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan masyarakat dinilai penting agar program pencegahan stunting berjalan berkelanjutan.

Stunting dan Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi itu dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak apabila tidak ditangani secara tepat.

Karena itu, musyawarah desa menempatkan pencegahan sejak dini sebagai salah satu fokus pembahasan. Peserta membahas upaya yang dapat dilakukan bersama untuk mencegah dan menekan angka stunting di tingkat desa.

Ajakan Kades: Mulai dari Remaja hingga Ibu Hamil

Kepala Desa Renah Kurung, Yoyon Kuswoyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan penanganan stunting merupakan program pemerintah yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional hingga desa.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dalam kegiatan ini. Stunting merupakan program nasional, provinsi, kabupaten, hingga desa. Karena itu, kita bersama-sama harus mendukung agar program pencegahan dan penurunan stunting dapat berjalan dengan baik sampai tingkat desa," ujar Yoyon.

Ia juga mengajak masyarakat melakukan pencegahan stunting sejak dini, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak-anak. Menurutnya, upaya itu perlu dilaksanakan secara terpadu melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penguatan pelayanan kesehatan di desa.

Stunting Jadi Prioritas Pembangunan Desa 2026

Yoyon menegaskan pemerintah desa akan terus mendukung program percepatan penurunan stunting melalui kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan desa pada Tahun Anggaran 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.

"Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap upaya pencegahan stunting di Desa Renah Kurung dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi tumbuh kembang anak," pungkasnya.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritarafflesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks