BENGKULU — Serial dokumenter Netflix "Beyond Society" ("Más Allá de la Sociedad") menggelar tayang perdana dunia di Festival Film Internasional San Sebastián pada 23 September. Serial tiga bagian ini dibuat Juan Antonio Bayona dan Carlos Torres, melanjutkan kisah yang berakhir di film "Society of the Snow". Dokumenter ini menelusuri kehidupan para penyintas kecelakaan pesawat Andes 1972 setelah kembali ke Uruguay.
Bayona dan Torres menggarap serial ini sebagai kelanjutan dari film "Society of the Snow" yang tayang pada 2023. Film tersebut mengisahkan kecelakaan Uruguayan Air Force Flight 571 di Pegunungan Andes pada 1972, di mana 16 dari 45 orang di dalamnya bertahan hidup dengan terpaksa melakukan kanibalisme. Hingga kini, film itu tercatat sebagai film paling banyak ditonton di layanan streaming di seluruh Eropa.
Berawal dari Riset Film "Society of the Snow"
Carlos Torres mengungkapkan bahwa ide serial ini muncul saat proses kreatif dan riset film "Society of the Snow". Ia menyebut Bayona menemukan banyak kisah yang masih "berdenyut" setelah peristiwa penyelamatan.
"Yang jelas bagi kami adalah kisah kami dimulai di tempat kisah lain selalu berakhir: penyelamatan para penyintas. Poin lain adalah bagaimana sinema bisa mengubah memori dan bagaimana fiksi dapat berdampak pada kenyataan," kata Torres dalam konferensi pers sebelum pemutaran perdana di San Sebastián.
Menelusuri 50 Tahun Kehidupan di Carrasco
Serial dokumenter ini merentang lebih dari 50 tahun terakhir di Carrasco, Uruguay, tempat keluarga korban yang meninggal dan yang selamat harus hidup berdampingan. Wawancara dilakukan dengan sejumlah penyintas yang masih hidup, kerabat korban, serta jurnalis yang meliput peristiwa tersebut.
Kecelakaan itu memicu keretakan antara keluarga penyintas dan keluarga korban. Bagi sebagian pihak, kepulangan para penyintas menjadi perayaan atas orang-orang yang sempat dianggap hilang. Bagi yang lain, sorotan media dan kembalinya para penyintas justru menjadi pengingat terus-menerus atas kehilangan orang tercinta.
Bayona: Fiksi Akhirnya Menyatukan Dua Sisi
Bayona menyebut tujuan serial ini adalah "pergi ke gunung dan menguburnya di sana", sekaligus menutup perjalanan panjang yang menurutnya sangat indah. Ia menekankan bahwa di balik film yang berakhir saat penyelamatan, ada bentuk kelangsungan hidup lain: kembali ke rumah dan bertahan dari kehilangan.
"Sesuatu yang sangat menarik bagi saya, yang tercermin dalam dokumenter ini, adalah ketika kenyataan bercampur dengan fiksi, bagaimana semua rasa sakit dan penderitaan itu bisa menjadi kisah yang kita ceritakan pada diri sendiri," ujar Bayona.
Ia menambahkan, sebagai sutradara ia menyukai fakta bahwa reunifikasi kedua pihak akhirnya terjadi berkat fiksi, perlahan-lahan seiring pergantian generasi. Hal itu membuat orang-orang yang selama 50 tahun tidak membicarakan tragedi tersebut bisa saling memahami dan akhirnya bersatu.
Torres: Duka Itu Subjektif
Torres menegaskan timnya tidak bisa menghindar dari kisah-kisah sulit. Mereka harus memahami bahwa yang diceritakan adalah kisah 45 keluarga.
"Kita tidak bisa selalu menyenangkan semua orang, tetapi kami harus menemukan esensi dari setiap rasa sakit mereka, cara hidup mereka, dan memahami bahwa tidak ada yang selamat dari semuanya dan tidak ada yang mati karenanya, dan 54 tahun kemudian kita masih membicarakannya," kata Torres.
Ia juga menyoroti sifat duka yang personal dan subjektif. Menurutnya, satu peristiwa bisa menimbulkan rasa sakit besar bagi seseorang, sementara orang lain menghadapinya dengan lebih baik. "Semua bentuk duka itu valid," ujarnya.
Torres lantas merenungkan bagaimana rasanya menghadapi masa lalu, yang ia gambarkan seperti cermin. Ia sering ditanya apa jadinya jika tragedi itu terjadi di era media sosial, dan ia menilai manusia tetap sama dengan atau tanpa media sosial.
"Saya tidak berpikir kami membuat dokumenter untuk memberi pelajaran, tetapi kadang-kadang ini soal belajar. Saya membayangkan Anda selalu bisa belajar dengan melihat bagaimana hal-hal ditangani, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," tutur Torres.
Sutradara dan Produser
"Beyond Society" disutradarai Torres dan diproduseri Bayona bersama Belén Atienza serta Sandra Hermida. Ketiganya sebelumnya terlibat dalam "Society of the Snow" dan "The Impossible".
Serial ini menempatkan narasi penyintas, keluarga korban, dan jurnalis sebagai suara utama, memperlihatkan bagaimana sebuah tragedi yang diliput seluruh dunia membentuk memori kolektif selama lebih dari setengah abad.