BENGKULU — Permohonan maaf itu disampaikan Polda Bengkulu melalui video pernyataan resmi yang dipublikasikan pada Senin (28/9/26), empat hari setelah aksi berlangsung. Dalam pernyataan tersebut, Polda mengakui tindakan personelnya tidak mencerminkan doktrin pelayanan Polri.
Aksi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis (24/9) lalu berlangsung ricuh setelah seorang oknum berpakaian sipil yang berada di barisan pengamanan melakukan gestur ejekan ke arah demonstran.
Gestur Ejekan Picu Bentrokan dan Penyemprotan Water Cannon
Rekaman video yang beredar memperlihatkan oknum tersebut mempertontonkan gestur mengejek sebelum ketegangan meningkat. Massa yang tengah menuntut hak atas tanah akhirnya terlibat bentrokan dengan petugas.
Penyemprotan water cannon pecah di lokasi kejadian sebagai respons aparat terhadap massa aksi. Insiden ini kemudian tersebar luas di media sosial dan menuai kecaman dari warganet secara nasional.
Polda Akui Pelanggaran Disiplin, Oknum Sudah Diperiksa Propam
Polda Bengkulu menegaskan bahwa tindakan mengejek massa murni merupakan pelanggaran disiplin. Menurut keterangan resmi Polda, oknum tersebut telah diperiksa secara intensif oleh Bidang Propam.
"Personel yang bersangkutan telah diperiksa secara internal dan diberikan tindakan disiplin sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya," tegas pihak Polda.
Sanksi disiplin itu dijatuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatan oknum yang dinilai tidak mencerminkan pelayanan Polri. Polda tidak merinci bentuk sanksi yang diberikan.
Evaluasi Total SOP Pengamanan Unjuk Rasa
Menanggapi gelombang kritik, Polda Bengkulu mengklaim telah melakukan evaluasi total terhadap standar operasional prosedur pengamanan unjuk rasa. Langkah ini diambil agar tindakan sembrono oknum tidak kembali mencederai kepercayaan masyarakat.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan profesional dan menjaga kepercayaan publik. Polda Bengkulu tidak membenarkan perilaku personel yang dapat mencederai kepercayaan tersebut," tutup pihak Polda dalam pernyataan tersebut.
Permohonan maaf Polda Bengkulu menjadi sorotan karena insiden ini sempat menyita perhatian luas publik. Hingga pernyataan resmi dikeluarkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai bentuk evaluasi SOP yang dimaksud maupun jadwal penerapannya.