BENGKULU — Kepengurusan PWI Provinsi Bengkulu masa bakti 2026-2031 menjalankan mandat organisasi setelah melalui prosesi pelantikan oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir. Acara berlangsung di Balai Raya Semarak Bengkulu dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan makan bersama sebelum masuk ke prosesi utama pelantikan. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian tampak hadir, didampingi jajaran pengurus PWI dan insan pers Bengkulu.
Wartawan Diminta Tetap Turun ke Lapangan di Era AI
Dalam arahannya, Akhmad Munir menyoroti tantangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang semakin masuk ke ruang produksi informasi. Teknologi itu bisa membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak boleh mengambil alih proses verifikasi fakta.
Ia menekankan pentingnya wartawan hadir langsung di lokasi peristiwa. Observasi lapangan, penggalian keterangan dari berbagai sumber, dan pengolahan fakta menjadi karya jurnalistik disebutnya sebagai pembeda utama dari konten yang diproduksi mesin.
"Kehadiran tersebut menjadi bagian penting karena wartawan dapat melakukan observasi, menggali keterangan dari berbagai sumber, melihat kondisi secara langsung, kemudian mengolah fakta menjadi karya jurnalistik," kata Akhmad Munir.
Pengurus PWI Bengkulu yang baru dilantik didorong membangun budaya kerja jurnalistik yang lebih kuat. Wartawan diharapkan tidak hanya bersandar pada teknologi, tetapi tetap mengasah kemampuan lapangan, ketajaman analisis, etika, dan profesionalisme.
Pemprov Siapkan Pelatihan Berbasis Praktik, Bukan Teori
Gubernur Helmi Hasan menyatakan pemerintah provinsi mendukung peningkatan kapasitas insan pers di Bengkulu. Dukungan itu diwujudkan lewat penyiapan pelatihan jurnalistik yang lebih aplikatif.
Menurut Helmi, pelatihan tidak cukup berhenti pada penyampaian materi secara teori. Wartawan perlu mendapat ruang mengasah kemampuan melalui praktik langsung.
Ia meminta jajaran terkait di lingkungan Pemprov Bengkulu menyiapkan program yang membantu wartawan meningkatkan kemampuan menulis secara efektif, akurat, dan kompeten. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik dinilai semakin diperlukan seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Sinergi Pemprov dan PWI Jadi Modal Ekosistem Pers Sehat
Ketua PWI Provinsi Bengkulu periode 2026-2031, Marshal Abadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Bengkulu yang selama ini membangun hubungan dan komunikasi dengan insan pers. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi wartawan terus diperkuat.
Kerja sama tersebut dinilainya penting untuk menciptakan ekosistem pers yang sehat sekaligus mendorong lahirnya karya jurnalistik yang berkualitas. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan zaman dengan memperkuat profesionalisme, kompetensi, serta integritas wartawan.
Di tengah derasnya arus informasi dan kemunculan berbagai teknologi baru, keberadaan wartawan tetap dibutuhkan sebagai pihak yang melakukan verifikasi, menghadirkan fakta, serta memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Pelantikan ini menjadi titik awal PWI Bengkulu menjalankan program organisasi dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan di daerah.