KOTA BENGKULU — Penurunan angka kemiskinan Kota Bengkulu menjadi 11,91 persen menjadi salah satu indikator utama kinerja pemerintahan Dedy Wahyudi-Ronny PL Tobing. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat penurunan sebesar 1,85 persen dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 13,76 persen.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyebut capaian itu lahir dari program yang tepat sasaran. Ia menegaskan pemerintahannya berkomitmen memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari manfaat pembangunan.
"Penurunan angka kemiskinan ini bukan sekadar angka. Ini tentang bagaimana program kita tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat bawah. Kami ingin memastikan tidak ada warga Bengkulu yang tertinggal," ujar Dedy Wahyudi.
Program Bantuan Sosial dan UMKM Jadi Penopang
Dedy menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat program bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja baru. Ketiga sektor itu dinilai menjadi kunci menjaga tren penurunan kemiskinan di Kota Bengkulu.
Target berikutnya, angka kemiskinan Kota Bengkulu harus turun di bawah 10 persen. Dedy menyebut pencapaian itu sebagai kerja kolektif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu.
"Kami tidak akan berpuas diri. Target kami ke depan, angka kemiskinan harus terus turun di bawah 10 persen. Ini kerja kolektif semua OPD," tegasnya.
Zona Hijau Ombudsman Jadi Bukti Perbaikan Pelayanan
Selain persoalan kemiskinan, Pemkot Bengkulu meraih predikat tertinggi Zona Hijau dari Ombudsman Republik Indonesia dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025. Predikat itu menandai perbaikan sistem pelayanan yang dinilai cepat dan transparan.
Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja seluruh aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai capaian itu bukan tujuan akhir, melainkan pemicu untuk perbaikan berikutnya.
"Zona Hijau dari Ombudsman adalah hadiah untuk seluruh ASN Kota Bengkulu yang sudah bekerja keras memperbaiki sistem pelayanan. Tapi ini bukan tujuan akhir, ini cambuk untuk kami agar lebih baik lagi," kata Ronny PL Tobing.
RSUD Harapan dan Doa Raih Nilai 88,68
Di sektor kesehatan, RSUD Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu memperoleh nilai 88,68 dengan kategori sangat baik dalam penilaian pelayanan. Capaian itu melengkapi sejumlah indikator perbaikan layanan publik di bawah pemerintahan Dedy-Ronny.
Bedah 58 Rumah Tidak Layak Huni di Delapan Kecamatan
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemkot Bengkulu kembali melanjutkan program pro rakyat berupa bedah 58 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Rumah-rumah itu tersebar di delapan kecamatan se-Kota Bengkulu.
Setiap rumah mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta. Dedy menyebut program itu sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat agar warga dapat tinggal di rumah yang layak dan sehat.
"Program bedah RTLH ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kita ingin warga kita tinggal di rumah yang layak dan sehat. Satu rumah kita bantu Rp20 juta, semoga bisa meringankan dan meningkatkan kualitas hidup," pungkas Dedy.