BENGKULU — Hobi mengoleksi parfum berubah jadi sumber penghasilan bagi Raffa E.A. Pelajar 13 tahun itu membeli parfum dari teman maupun aplikasi belanja online, lalu menjualnya kembali dalam kemasan decant lewat brand miliknya, Rapzy Scent.
Ide berjualan muncul setelah Raffa melihat tren koleksi parfum di kalangan remaja Bengkulu. Niat itu disampaikan kepada ayah dan ibunya, yang kemudian memberi dukungan penuh.
Dari Koleksi Pribadi ke Lapak Berpindah
Raffa memulai usaha dengan memanfaatkan fitur live TikTok dari rumah. Ia memakai akun milik ayahnya serta akun resmi Rapzy Scent untuk mempromosikan produk.
Promosi lewat media sosial itu menarik perhatian teman sekolah dan kenalan di dunia maya. Produk yang ditawarkan antara lain Mykonos, Inception, dan sejumlah merek parfum lain dalam kemasan decant.
Selain berjualan online, Raffa membuka lapak secara berpindah-pindah. Ia pernah berjualan di kawasan Pantai Pasir Putih, Pantai Nala, hingga depan Taman Budaya.
Aktivitas itu dilakukan sepulang sekolah sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB dengan diantar sang ayah.
Dibantu Adik Tawarkan Pesanan ke Teman Sekolah
Raffa tidak berjualan sendirian. Adiknya, Zidan, ikut membantu menawarkan pesanan parfum kepada teman-temannya di tingkat sekolah dasar.
"Awalnya saya hobi koleksi parfum. Tapi setelah saya pikir-pikir, saat ini anak muda dan remaja di Bengkulu sedang musim koleksi parfum. Akhirnya saya berinisiatif berjualan parfum. Saya sampaikan niat kepada ayah dan bunda. Alhamdulillah, orang tua saya mendukung," ujar Raffa.
Dukungan keluarga menjadi modal utama Raffa menjalankan usaha di usia sekolah. Sang ayah tidak hanya mengantar ke lokasi lapak, tetapi juga meminjamkan akun TikTok untuk siaran jualan.
Harga Mulai Rp20 Ribuan per Mililiter
Parfum decant yang dijual Raffa dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari sekitar Rp20 ribuan per mililiter. Kemasan kecil itu jadi pilihan bagi pembeli yang ingin mencoba berbagai aroma tanpa harus membeli botol penuh.
Model jualan decant dinilai cocok dengan kantong pelajar. Pembeli bisa mencoba beberapa varian sebelum memutuskan membeli ukuran lebih besar.
Raffa mengaku hasil jualan parfumnya dipakai untuk menambah uang jajan sekaligus ditabung. Kebiasaan menabung itu ia jalankan sejak usaha ini berjalan.
"Berjualan ini untuk menyalurkan hobi sekaligus mendapatkan tambahan uang jajan. Saya juga bisa menabung," pungkas Raffa.
Modal Kreativitas Remaja di Tengah Tren Parfum
Usaha Raffa menunjukkan tren koleksi parfum di kalangan remaja Bengkulu ikut membuka peluang usaha kecil. Fitur live TikTok jadi kanal promosi murah yang bisa dijangkau pelajar.
Kombinasi hobi, dukungan orang tua, dan pemanfaatan media sosial membuat Raffa bisa menjalankan usaha tanpa meninggalkan sekolah. Ia tetap berjualan di luar jam belajar, yakni sore hari selepas pulang sekolah.
Rapzy Scent kini dikenal di kalangan teman sekolah dan pengguna TikTok di Bengkulu. Raffa berencana melanjutkan usaha itu sambil menekuni kegemarannya mengoleksi parfum.