Pencarian

Tradisi Mbin Cupik Mai Bioa Meriahkan Festival Berendo Budayo 2026 di Kepahiang, Ribuan Warga Rejang Hadir

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 09:01:01 WIB
Tradisi Mbin Cupik Mai Bioa Meriahkan Festival Berendo Budayo 2026 di Kepahiang, Ribuan Warga Rejang Hadir
Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata menyampaikan sambutan dalam Festival Berendo Budayo 2026 yang menampilkan tradisi mbin cupik mai bioa.

KEPAHIANG — Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata menyebut tradisi mbin cupik mai bioa telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda. Penetapan itu menjadi jalan agar prosesi memandikan bayi berusia 40 hari tersebut tetap dikenal dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Festival Berendo Budayo 2026 sendiri bukan sekadar panggung pertunjukan. Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Bengkulu merancang kegiatan ini sebagai ruang edukasi bagi warga Kepahiang untuk mengenal kembali kekayaan budaya daerah.

Apa Itu Tradisi Mbin Cupik Mai Bioa?

Mbin cupik mai bioa adalah prosesi memandikan bayi yang telah berusia 40 hari, tradisi turun-temurun masyarakat Rejang di Kepahiang. Prosesi ini sarat makna syukur dan doa keselamatan bagi sang bayi.

Penetapan sebagai warisan budaya takbenda membuat tradisi ini memiliki payung pelestarian yang lebih kuat. Zurdi menegaskan tradisi tersebut tidak boleh hilang ditelan zaman.

"Tradisi ini harus tetap dijaga agar tidak hilang. Oleh karena itu, mbin cupik mai bioa telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda agar dapat terus diwariskan kepada anak cucu kita," kata Zurdi.

Media Sosial Jadi Pintu Masuk Budaya Rejang ke Generasi Muda

Perkembangan teknologi dan maraknya budaya populer disebut Zurdi sebagai tantangan tersendiri dalam pelestarian adat istiadat. Pengenalan budaya lokal pun perlu dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Media sosial dinilai bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan tradisi Rejang ke khalayak lebih luas. Pelajar dan generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan menjaga keberlangsungan budaya daerah.

"Dengan adanya pagelaran ini, anak-anak yang biasa bermain media sosial seperti TikTok juga bisa menjadikannya sebagai konten, sehingga budaya Kabupaten Kepahiang dapat dikenal lebih luas," ujarnya.

Bokoa Ibeun hingga Ngidang Meriahkan Pelataran Kantor Bupati

Selain pertunjukan teater tradisi mbin cupik mai bioa, festival menampilkan demonstrasi pembuatan bokoa ibeun atau tempat sirih khas suku Rejang. Kesenian dari sejumlah sanggar turut tampil, begitu pula tradisi ngidang dan pameran kuliner.

Rangkaian acara itu memenuhi pelataran Kantor Bupati Kepahiang sepanjang hari. Warga yang datang bisa menyaksikan langsung praktik tradisi, bukan hanya membaca atau mendengar penjelasannya.

Harapan Festival Digelar Rutin Tiap Tahun

Zurdi berharap Festival Berendo Budayo dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, festival menjadi ruang edukasi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan budaya daerah.

Pelestarian tradisi Rejang diharapkan tidak berhenti pada pertunjukan seremonial. Tradisi itu perlu terus hidup dalam masyarakat dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian penting dari identitas Kabupaten Kepahiang.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: klikinfoberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks