Pencarian

Indo Tambangraya Bentuk ITM Mineral Investama, Ekspansi ke Bisnis Mineral

Senin, 19 Oktober 2026 • 14:06:01 WIB
Indo Tambangraya Bentuk ITM Mineral Investama, Ekspansi ke Bisnis Mineral
PT Indo Tambangraya Megah Tbk mendirikan PT ITM Mineral Investama sebagai anak usaha baru pada 13 Oktober 2026.

BENGKULU — PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mendirikan anak usaha baru bernama PT ITM Mineral Investama (IMI) pada 13 Oktober 2026 untuk memperluas portofolio ke sektor mineral. Pendirian lewat skema transaksi afiliasi bersama anak usahanya, PT ITM Batubara Utama (IBU), sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS. Langkah ini menandai upaya emiten batu bara tersebut mendiversifikasi bisnis di luar komoditas batubara.

Corporate Secretary ITMG, Monika I. Krisnamurti, menyatakan pendirian IMI mengikuti Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 17 tanggal 7 Oktober 2026. Akta dibuat di hadapan Notaris Chandra Lim, S.H., LL.M di Jakarta Utara, dan telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-0082518.AH.01.01.TAHUN 2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Skema Transaksi Afiliasi Tanpa RUPS

Pendirian IMI dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena melibatkan IBU sebagai perusahaan terkendali. ITMG menguasai sedikitnya 99% saham IBU dari modal disetor.

"Pendirian anak perusahaan ini merupakan Transaksi Afiliasi yang dilakukan dengan IBU sebagai perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki Perseroan sekurang-kurangnya 99% dari modal disetor," ujar Monika dalam keterangannya, dikutip Senin (19/10/2026).

Nilai transaksi pendirian IMI tidak melewati batas ekuitas yang mewajibkan persetujuan RUPS Material. Karena itu, ITMG tidak perlu menggelar rapat pemegang saham untuk merealisasikan langkah tersebut. Transaksi antara perseroan dan anak usaha terkendali juga menjadi dasar pengecualian dari kewajiban RUPS.

Diversifikasi di Luar Batu Bara

Monika menegaskan pendirian IMI bertujuan menopang ekspansi portofolio bisnis mineral ITMG secara terpadu. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis di luar batu bara.

Selama ini, pendapatan ITMG bertumpu pada penjualan batu bara. Ekspansi ke mineral membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu komoditas yang harganya fluktuatif. Pendirian IMI menjadi pintu masuk ITMG untuk membangun portofolio aset mineral secara bertahap.

Bagi pemegang saham, skema afiliasi ini relatif sederhana dari sisi tata kelola karena tidak memerlukan RUPS. Namun, transaksi afiliasi tetap menuntut keterbukaan informasi kepada publik, termasuk rincian nilai transaksi dan dampaknya terhadap laporan keuangan perseroan.

Langkah ITMG sejalan dengan tren emiten batu bara yang mulai melebarkan bisnis ke mineral kritis dan logam transisi. Diversifikasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja ketika permintaan batu bara menghadapi tekanan jangka panjang akibat transisi energi.

ITMG belum mengungkap jenis mineral yang akan digarap melalui IMI maupun besaran investasi yang disiapkan. Rincian rencana bisnis IMI diperkirakan menyusul melalui keterbukaan informasi berikutnya. Pendirian IMI menjadi sinyal awal bahwa ITMG tidak lagi sepenuhnya bergantung pada batu bara sebagai mesin pertumbuhan.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks