REJANG LEBONG — BPJS Kesehatan Cabang Curup menegaskan tidak akan menempatkan petugas khusus selama 24 jam di setiap rumah sakit maupun fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya. Usulan dari manajemen RSUD Rejang Lebong itu dinilai wajar, namun belum bisa dipenuhi dengan jumlah pegawai yang ada saat ini.
Menurut Dwi, jumlah pegawai BPJS Kesehatan Cabang Curup belum sebanding dengan jumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang tersebar di empat kabupaten: Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong, dan Bengkulu Tengah. "Saat ini belum memungkinkan untuk menempatkan satu petugas BPJS di setiap rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan," ujarnya.
Ia menambahkan, meski tidak ada petugas yang siaga menetap, pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Apabila terjadi kendala teknis atau administratif di rumah sakit, BPJS siap menerjunkan petugas secara langsung.
Dwi menjelaskan, peserta JKN kini memiliki setidaknya tiga kanal jarak jauh yang bisa digunakan sebelum datang ke kantor cabang. Pertama, aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh di ponsel. Kedua, layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp). Ketiga, BPJS Kesehatan Care Center 165.
"Selain pelayanan langsung oleh petugas BPJS Kesehatan, ada sistem pelayanan secara mobile, sehingga petugas dapat langsung bergerak ketika dibutuhkan," kata Dwi. Layanan ini dirancang untuk merespons kebutuhan administrasi, informasi, dan pengaduan peserta tanpa harus tatap muka.
Dwi memaparkan, sebelum bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan—saat masih berstatus PT Askes (Persero)—petugas memang disiagakan 24 jam di rumah sakit. Namun kebijakan itu berubah sejak 2018. Seluruh petugas ditarik dan pelayanan dipusatkan di kantor cabang.
Penarikan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari transformasi organisasi untuk meningkatkan efisiensi. Meski begitu, BPJS Kesehatan Curup tetap berkomitmen merespons cepat jika ada masalah di lapangan, terutama saat pasien membutuhkan penanganan darurat.
Hingga saat ini, belum ada perubahan jadwal penugasan petugas di rumah sakit. BPJS Kesehatan Curup mengandalkan kanal digital dan layanan mobile sebagai andalan. Dwi berharap masyarakat mulai terbiasa menggunakan aplikasi dan call center sebelum mendatangi kantor cabang.
“Jumlah pegawai BPJS Kesehatan Curup belum sebanding dengan jumlah rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya. Karena itu, saat ini belum memungkinkan untuk menempatkan satu petugas BPJS di setiap rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan,” tegasnya kembali. Pihaknya tetap membuka ruang diskusi dengan RSUD Rejang Lebong dan faskes lain untuk mencari solusi bersama.