JAKARTA — Pemerintah menargetkan setiap kabupaten di Indonesia akan memiliki satu Sekolah Rakyat. Lembaga pendidikan berasrama ini dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya, dengan fasilitas ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, dan lingkungan yang aman.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menentukan masa depan seorang anak, sehingga negara wajib melakukan intervensi sesuai amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang menyatakan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Muhammad Rizky Pratama, siswa Sekolah Rakyat berusia 12 tahun. Sebelumnya, Rizky sempat putus sekolah dan bekerja mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Ketika masuk Sekolah Rakyat, ia belum lancar membaca dan belum mampu berhitung dengan baik.
"Hari ini Rizky kembali ke sekolah dan mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," ujar Prabowo.
Prabowo juga mencontohkan Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Citra hampir putus sekolah saat kelas 4 SD karena harus membantu ibunya yang merupakan penyandang disabilitas berjualan kacang setelah ayahnya meninggal dunia. Setelah mendapat kesempatan melalui Sekolah Rakyat, Citra berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.
"Citra umurmu berapa Citra? 10 tahun, ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu, jadi nggak ada yang berani nanti main-main sama kau," kata Prabowo tersenyum.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 pada bidang matematika, biologi, bahasa Indonesia, sejarah, dan sosiologi. Selain itu, Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat, juga terpilih menjadi Paskibraka nasional.
Menurut Prabowo, berbagai prestasi tersebut membuktikan siswa dari keluarga paling tidak mampu dapat mencapai prestasi tinggi apabila diberi kesempatan, fasilitas, dan pembimbingan yang memadai. "Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan," kata Prabowo.