BENGKULU — Google kembali menggelontorkan pembaruan kualitas untuk aplikasi Google Home dan asisten suara Gemini. Update yang mulai didistribusikan hari ini, Rabu (20/8), ini tidak hanya berkutat pada polesan antarmuka, tetapi juga menyentuh fitur-fitur harian yang selama ini sering dikeluhkan pengguna setia ekosistem smart home.
Salah satu perubahan paling menarik ada pada kontrol pencahayaan. Kini pengguna bisa memerintahkan asisten suara untuk mengatur suhu warna lampu secara spesifik menggunakan satuan kelvin.
Perintah seperti "Hey Google, set the living room lights to 2700 kelvins" akan langsung mengubah suasana ruangan sesuai permintaan. Sebelumnya, opsi ini hanya tersedia melalui menu pengaturan di aplikasi dan cukup merepotkan jika ingin dilakukan lewat suara. Bagi pengguna yang peduli pada nuansa cahaya, fitur ini menghilangkan kebutuhan untuk menghafal tingkat kecerahan atau sekadar menebak-nebak preset yang tersedia.
Google mengklaim telah merombak sistem pengenalan perintah untuk layanan streaming Spotify. Pengguna yang sering memutar lagu, artis, atau playlist tertentu diharapkan tidak lagi menemui kegagalan seperti yang kerap terjadi sebelumnya. Masalah umum di mana perintah suara umum malah memicu pemutaran musik secara acak dengan volume tak terduga juga menjadi target perbaikan dalam update ini.
Untuk fitur siaran atau broadcast, Google mengubah alurnya menjadi dua langkah. Pengguna harus meminta Gemini untuk menyiarkan pesan terlebih dahulu, lalu menyampaikan isi pesannya setelah diminta. Sistem baru ini dirancang untuk mengurangi kesalahan komunikasi yang sering terjadi pada perintah satu kalimat yang panjang.
Pembaruan ini juga membawa sejumlah perbaikan teknis yang signifikan. Untuk pengguna Android, Google mengatasi bug yang menyebabkan streaming kamera keamanan macet pada resolusi 360p. Kini, kamera yang terpengaruh akan kembali menampilkan video dengan resolusi penuh selama koneksi jaringan mendukung.
Aplikasi Google Home di perangkat iOS (iPhone dan iPad) juga diklaim lebih stabil dengan berkurangnya frekuensi crash. Selain itu, kontrol kamera offline ditingkatkan agar tetap konsisten digunakan saat koneksi internet bermasalah. Ini menjadi nilai tambah setelah Google baru-baru ini menambah dukungan untuk lebih banyak kamera pihak ketiga.
Google juga menambahkan dukungan untuk kunci pintu bergaya Eropa dan menyatukan satuan ukuran suhu agar konsisten di semua perangkat yang terhubung. Jika pembayaran langganan Google Home Premium gagal, pengguna kini akan menerima notifikasi yang jelas agar tidak terjadi pemutusan layanan mendadak, termasuk untuk penyimpanan rekaman kamera.
Google menyatakan pembaruan untuk Google Home ini mulai diluncurkan ke pengguna secara bertahap sejak hari ini. Pengguna dapat memeriksa pembaruan melalui toko aplikasi masing-masing untuk melihat apakah versi terbaru sudah tersedia di perangkat mereka.