60 Pekebun Sawit Seluma Dibekali Teknis Panen dan Pascapanen oleh AKPY, BPDP dan Ditjenbun demi Jaga Mutu TBS

Penulis: Ragil  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:46:01 WIB
pekebun sawit di Seluma mengikuti pelatihan teknis panen dan pascapanen yang digelar AKPY bersama BPDP dan Ditjenbun.

Sebanyak 60 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Seluma, Bengkulu, mengikuti pelatihan teknis panen dan pascapanen yang digelar Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) pada 20-24 Agustus 2026. Pelatihan yang didukung BPDP dan Ditjenbun ini bertujuan meningkatkan mutu tandan buah segar (TBS) agar nilai jual hasil kebun pekebun naik.

BENGKULU — Puluhan pekebun sawit dari Kabupaten Seluma kini dibekali jurus memanen yang benar. Bukan sekadar memotong buah, mereka diajari cara menentukan tingkat kematangan TBS, menangani brondolan, hingga memastikan buah cepat sampai ke pabrik agar rendemen minyak tetap tinggi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang resmi dibuka di Bengkulu pada Kamis (20/8/2026). Kelas yang diikuti khusus membahas teknis panen dan pascapanen kelapa sawit.

Kesalahan Panen Bikin Pendapatan Pekebun Jeblok

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, menegaskan bahwa kemampuan panen dan pascapanen adalah penentu utama mutu TBS. Menurutnya, proses yang salah akan langsung berdampak pada kantong pekebun, meskipun kebun sedang dalam kondisi produksi terbaik.

"Panen tepat waktu, pemanenan sesuai standar, pengumpulan brondolan yang baik serta pengiriman TBS yang cepat ke pabrik ini akan tentukan mutu buah, rendemen minyak dan juga pada akhirnya ini akan tentukan pendapatan," ujarnya di salah satu hotel di Bengkulu.

Ia menjelaskan, brondolan yang tercecer atau terlambat diangkut sering kali menjadi sumber kerugian yang tidak disadari pekebun. Padahal, buah yang jatuh dan tidak segera dikirim bisa menurunkan kualitas keseluruhan.

Kualitas TBS Menentukan Harga di Pabrik

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, S.Pt., MP., mengatakan peningkatan keterampilan teknis ini berkaitan langsung dengan standar keberlanjutan perkebunan. Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pelatihan ini bisa mendongkrak kualitas sawit yang dihasilkan pekebun Seluma.

"Dengan adanya pelatihan ini kami berharap Bapak-Ibu bisa meningkatkan kualitas TBS sehingga harga juga bisa meningkat," kata Sri.

Pihaknya menilai, selama ini banyak pekebun yang belum memahami bahwa harga TBS di tingkat pabrik sangat ditentukan oleh mutu buah yang mereka kirim. Semakin baik penanganan di kebun, semakin besar peluang mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif.

Materi Pelatihan: Dari Kematangan Buah hingga Kecepatan Kirim

Para peserta mendapatkan pendampingan langsung mengenai standar pemanenan yang benar. Materi yang disampaikan mencakup cara memastikan buah dipanen pada tingkat kematangan yang sesuai, penanganan yang baik, serta kecepatan pengiriman ke pabrik.

Selain itu, pengelolaan brondolan juga menjadi fokus utama. Pekebun diajarkan bahwa buah yang jatuh harus segera dikumpulkan dan dikirim bersama TBS agar tidak mengurangi total hasil yang seharusnya mereka terima.

Dengan pemahaman teknis yang lebih baik, setiap hasil panen diharapkan dapat memberikan nilai maksimal bagi pekebun di Seluma. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit melalui perbaikan kualitas produksi.

Reporter: Ragil
Sumber: rbtv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top