BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu menekankan pentingnya pengelolaan sampah mandiri bagi pedagang yang berjualan di sepanjang Pantai Pasir Putih hingga Pantai Panjang. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah menyatakan kebersihan kawasan pantai menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Imbauan utama yang disampaikan adalah menghindari pembakaran sampah di area terbuka. Menurut Medy, aktivitas tersebut berisiko mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas udara yang dihirup wisatawan.
Medy mengarahkan pedagang untuk memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya. Sampah organik disarankan diolah menjadi pupuk, sementara sampah non-organik diserahkan ke jasa pengangkutan yang sudah bekerja sama dengan pemerintah kota.
"Untuk sampah organik kita sarankan dapat dikelola menjadi pupuk organik sedangkan untuk yang non organik di sekitar area pantai sudah ada kerjasama pengelolaan pemungutan sampah dan kita harap semua pedagang bekerjasama dengan jasa pengangkutan tersebut," ujar Medy.
Pemerintah kota juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu. Kedua instansi itu bertugas memberikan pengawasan serta pendampingan persuasif agar kawasan pantai tetap bersih dan bebas dari aktivitas pembakaran sampah.
Di sisi lain, Pemkot Bengkulu mendorong seluruh kelurahan mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengurangan sampah organik. Salah satu yang sudah berjalan adalah Kelurahan Tanah Patah melalui program Berendo Maggot.
Program itu dikembangkan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) tahun 2026. Berendo Maggot terintegrasi dengan budidaya ikan lele dan itik, dengan maggot dimanfaatkan sebagai pakan alternatif.
Sampah organik yang selama ini tidak bernilai guna diolah menjadi maggot sehingga lebih bermanfaat. Untuk sampah plastik, pemerintah kota menyebut sudah ada pihak yang menampung untuk didaur ulang.
Berendo Maggot di Kelurahan Tanah Patah direncanakan menjadi percontohan yang bisa diterapkan di kelurahan lain di Kota Bengkulu.